• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Artikel

Bulan Suro, Mistis dan Maknanya

Redaksi by Redaksi
23 Juli 2025
in Artikel
0
Bulan Suro, Mistis dan Maknanya
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Bulan Suro, atau Muharram dalam kalender Hijriah, dipercaya memiliki makna spiritual dan mistis yang mendalam bagi masyarakat Jawa. Selain sebagai awal tahun baru Jawa, bulan ini dianggap sakral dan penuh dengan berbagai pantangan serta tradisi yang diyakini dapat membawa keberkahan atau kesialan tergantung pada pelaksanaannya.

Makna Bulan Suro:

Awal Tahun Jawa:Bulan Suro menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa yang beriringan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah.

Waktu untuk Introspeksi:Bulan Suro dianggap sebagai waktu yang baik untuk melakukan introspeksi diri, merenungkan perbuatan di masa lalu, dan memperbanyak ibadah serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Harmoni dan Keseimbangan:Bulan Suro juga dipercaya sebagai waktu untuk menjaga keseimbangan antara dunia lahir dan batin, serta menjaga keharmonisan dengan alam semesta.

Pantangan dan Hal Mistis:

Meskipun memiliki makna spiritual yang mendalam, bulan Suro juga lekat dengan berbagai pantangan dan mitos yang diyakini masyarakat Jawa. Beberapa di antaranya adalah:

Tidak Boleh Keluar Rumah (terutama Malam Hari):Masyarakat Jawa meyakini bahwa pada malam 1 Suro, sebaiknya tidak keluar rumah, terutama pada malam hari, karena dipercaya ada energi negatif atau makhluk halus yang berkeliaran.

Tidak Boleh Mengadakan Pesta atau Hajatan:Menggelar acara besar seperti pernikahan, sunatan, atau acara hajatan lainnya dianggap pamali dan dapat mendatangkan kesialan atau bencana.

Tidak Boleh Berbicara Kasar atau Kotor:Berbicara kasar, kotor, atau berisik dianggap dapat mengganggu kesakralan bulan Suro dan bahkan dipercaya dapat mendatangkan kesialan.

(dikutip dari berbagai sumber, 23/7/25)

455
Tags: Bulan SuroHijriahKeajaibanMistisPara Ulama
Previous Post

HAN 2025, Menteri Imipas: 1.310 Anak Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Next Post

Intan Mutiara Ingin Kembali Sekolah, Trinovi Khairani Sitorus Tanggung Biaya Pendidikan Hingga Tamat

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Intan Mutiara Ingin Kembali Sekolah, Trinovi Khairani Sitorus Tanggung Biaya Pendidikan Hingga Tamat

Intan Mutiara Ingin Kembali Sekolah, Trinovi Khairani Sitorus Tanggung Biaya Pendidikan Hingga Tamat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.