Korannusantara.id – Bekasi, Ketua Forum Solidaritas R4 Kota Bekasi, Lauhil Mahfudz, secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Khusus yang mengatur kejelasan status honorer non-database BKN kategori R4, khususnya mereka yang telah mengikuti seleksi PPPK tahap II.
Desakan ini akan diwujudkan melalui aksi terbuka dalam Aksi Nasional R4 di depan Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 21 Juli 2025. Sekitar 200 orang honorer perwakilan dari berbagai OPD di Kota Bekasi dipastikan turut serta, membawa satu suara: Perpres untuk R4, sekarang juga!
“Kami tidak sedang meminta-minta. Kami menuntut hak kami yang sah, berdasarkan UU ASN No. 20 Tahun 2023 Pasal 66 dan KepmenPANRB No. 347 Tahun 2024 Diktum Ke-33,” tegas Lauhil.
“Kami Ada, Kami Lolos Seleksi, Tapi Masih Tak Dianggap”
Lauhil menyatakan bahwa kondisi para honorer R4 hari ini adalah bentuk nyata dari pengabaian sistemik oleh negara. Padahal mereka telah memenuhi prosedur seleksi yang diatur oleh pemerintah, namun tidak mendapatkan kepastian hukum maupun SK pengangkatan.
“Kami sudah mengabdi bertahun-tahun. Kami ikut seleksi resmi. Tapi hingga hari ini, nasib kami tetap digantung. Presiden harus segera hadir menyelesaikan ini dengan menerbitkan Perpres,” ujarnya penuh tekanan.
Aksi Tanpa Titipan, Tanpa Rekayasa
Ia juga menegaskan bahwa aksi ini bukan mobilisasi elit maupun kepentingan politik tertentu. Gerakan ini murni lahir dari kegelisahan dan kesadaran kolektif ribuan tenaga honorer yang terus diabaikan oleh sistem.
“Aksi ini lahir dari hati. Tidak ada tekanan, tidak ada pesanan. Kami bergerak karena sudah cukup bersabar. Saatnya bersuara.”
Rute Aksi: Dari Bekasi ke Jantung Kekuasaan
Peserta aksi dijadwalkan berkumpul di GOR Chandrabaga Kota Bekasi pukul 08.00 WIB, lalu bergerak bersama menuju Istana Presiden untuk menyampaikan tuntutan utama: terbitkan Perpres sebagai dasar hukum pengangkatan PPPK kategori R4.
Pesan Penutup: Terus Layani Rakyat, Doakan Perjuangan Ini
Dalam penutupnya, Lauhil menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada rekan-rekan yang terus memberikan dukungan moral dan materiil. Ia juga memberi pesan kepada para honorer yang tetap bekerja agar tidak merasa ditinggalkan:
“Perjuangan ini untuk kita semua. Bagi yang tidak ikut aksi, tetaplah bekerja dan melayani masyarakat dengan hati. Doakan kami yang turun ke jalan, agar perjuangan ini membuahkan keadilan.
(Adis)



