Korannusantara.id, Jakarta – Analis Politik dan Pemerhati Sosial, Nasky Putra Tandjung, apresiasi dan mendukung penuh kerja nyata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Komjen Pol. (Purn). Drs. Agus Andrianto, SH., M.H., dalam memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta ikut terlibat aktif menyiapkan lahan pertanian guna mendorong dan perkuat program ketahanan pangan nasional yang di cita-cita oleh Bapak Presiden RI, Jenderal TNI (Purn). Prabowo Subianto.
“Langkah progresif Menteri Imipas, Komjen Agus dalam mengejewantahkan misi asta cita Presiden Prabowo tidak hanya berhenti sampai disitu. Menteri Agus juga pro-aktif menyiapkan tempat Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan untuk pemberdayaan warga binaan agar produktif dan punya keterampilan. Sehingga pasca bebas nanti para narapidana memiliki bekal nyata untuk kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional pemerintah,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya, pada Sabtu (5/7/2025).

Selain itu, Nasky mengatakan, kini Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dibawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto bergerak cepat dan sangat visioner dalam memberdayakan warga binaan. Tidak hanya fokus di bidang moral dan spiritual saja, tetapi juga aktif berperan di bidang pertanian, perikanan serta sektor lainnya.
“Oleh karena nya, Alumni Indef school of political economy Jakarta ini menilai, progresifitas dari pelaksanaan program ketahanan pangan dan pembangunan balai latihan kerja (BLK) khusus untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dicanangkan Menteri Imipas, Agus di kawasan Nusakambangan diyakini akan menjadi pusat lumbung ketahanan pangan nasional serta menjadi cikal bakal pusat peradaban warga binaan dan menjadi contoh terbaik balai latihan kerja (BLK) kepada lapas-lapas di seluruh Indonesia,” jelasnya.

“Dengan demikian, Nasky menguraikan, bahwa langkah strategis Menteri Imipas ini sangat mendukung Bapak Presiden RI, Prabowo dalam mewujudkan misi asta cita nya menuju swasembada pangan nasional serta dapat mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” urainya.
Disisi lain, Nasky menambahkan, warga binaan pemasyarakatan di Lapas juga dibekali pelatihan dan pendidikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bertujuan setelah keluar dari Lapas mereka bisa sudah punya keterampilan, usaha, dan bermanfaat di kehidupan masyarakat.
“Publik menilai, program ketahanan pangan nasional dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) ini merupakan bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan produktif, soft skill dan humanis. Ini bukan hanya soal pertanian, tapi bagaimana membentuk kemandirian dan bekal keterampilan bagi warga binaan agar bermanfaat nantinya di tengah kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Nasky berharap pentingnya sinergi kolaborasi serta koordinasi antar lapas-lapas yang ada di seluruh Indonesia baik itu pekerja, warga binaan dan stakeholder lainnya guna mengimplementasikan kerja-kerja mulia Menteri Imipas agar berjalan dengan lancar, sukses dan bermanfaat untuk masyarakat luas.
“Selanjutnya, Nasky kembali menegaskan, langkah progresif Menteri Imipas Komjen Agus merupakan bentuk kerja konkret dan kontribusi nyata Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam memberdayakan warga binaan di Lapas untuk mendukung dan memperkuat program ketahanan pangan nasional, sesuai dengan asta cita Presiden RI, Prabowo Subianto, serta wujud akselerasi 13 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komjen Agus Andrianto,” tegasnya.
Ini bukan sekadar program pembangunan fisik, tapi salah satu langkah strategis dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Untuk itu, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil civil society, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan muda, untuk bersama-sama mengawal dan mendukung penuh pelaksanaan program ketahanan pangan nasional dan balai latihan kerja (BLK) agar bisa terealisasi secara bertahap, merata, dan sustanaible,” ucapnya.
“Dukungan publik sangat penting. Pemerintah sudah bergerak, kini saatnya semua pihak ikut terlibat,” tutupnya. (red)



