Jakarta – Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kegiatan Pelatihan dan Pelantikan Kepemimpinan Pemuda dan Perempuan pada Minggu (29/6/2025) di Favehotel PGC Cililitan, Jakarta Timur.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pemuda, perempuan, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan diawali dengan hiburan Gambang Kromong dan Tari Selamat Datang, yang menambah semarak acara sekaligus mempertegas identitas budaya Betawi.
Ketua DPD Bamus Betawi 1982 Jakarta Timur, Ma’ah Setiawan, SE., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas generasi muda dan perempuan Betawi, tetapi juga merupakan momentum penting untuk pelantikan pengurus baru sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
“Pemuda dan perempuan adalah kunci masa depan Betawi. Kita butuh kader-kader yang tidak hanya paham budaya, tapi juga tangguh, cerdas, dan siap memimpin,” ujar Ma’ah Setiawan.
Kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber dalam sesi diskusi panel, yaitu Subhan Ansori, SH., MH. (materi Kebetawian), Sjahmaula Manaf, SH. (materi Kepemudaan), dan M. Ihsan, SH., MH. (materi Kepemimpinan dan Keorganisasian).
Ketua Umum DPP Bamus Suku Betawi 1982, H. Zainuddin atau yang akrab disapa Bang Oding, turut memberikan sambutan. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya memperkuat peran pemuda dan perempuan dalam menjaga nilai adat sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Jangan sampai kita tercerabut dari akar budaya sendiri. Pemuda dan perempuan Betawi harus bisa jadi pemimpin yang berani, cerdas, tapi tetap berakar pada nilai Betawi,” kata Bang Oding.
Acara ini juga dihadiri tokoh nasional Betawi, Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowi Ramli, SE., yang memberikan arahan singkat kepada peserta, sekaligus Ketua Majelis Adat Suku Betawi 1982.
Perwakilan Wali Kota Jakarta Timur, membuka acara secara resmi dan menyampaikan apresiasi atas upaya Bamus Betawi dalam mencetak kader pemimpin berbasis lokalitas.
“Pemuda dan perempuan Betawi harus menjadi motor penggerak perubahan yang berakar pada kearifan lokal, tapi berpikiran global. Inisiatif seperti ini harus terus digerakkan,” ujar Perwakilan Kota Administratif Jakarta Timur.
Acara ditutup dengan pelantikan pengurus baru, sesi ramah tamah, dan hiburan budaya dari Sanggar Betawi serta Gambang Kromong, yang memperkuat semangat pelestarian tradisi di tengah masyarakat urban Jakarta. (Red)



