Jakarta, 20 Juni 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Daerah Khusus Jakarta menggelar diskusi publik bertema “Membaca Ulang Pancasila dari Jejak Syarikat Islam: Strategi Bangsa Hadapi Krisis Ekonomi Politik Dunia”. Acara ini diselenggarakan di Kantor DPP Syarikat Islam pada hari Jumat, 20 Juni 2025.
Diskusi dibuka oleh Ketua Umum PW Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta, Rizki, yang menekankan pentingnya mengenang dan memahami kontribusi tokoh-tokoh Syarikat Islam dalam perumusan Pancasila.
“Banyak dari para penggagas Pancasila adalah tokoh-tokoh dari Syarikat Islam. Kita perlu membaca ulang sejarah untuk menyadari peran besar mereka,” ujar Rizki.
Lebih lanjut, Rizki menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila bukan hanya untuk diucapkan dalam seremoni, tapi harus menjadi pedoman hidup kita semua,” tambahnya.
Hadir sebagai narasumber, Kakanda Ryo dari kalangan akademisi, memaparkan bahwa Pancasila merupakan way of life atau jalan hidup bangsa Indonesia. Ia juga menggarisbawahi bahwa sebagian besar nilai-nilai Pancasila lahir dari para tokoh Syarikat Islam.
Dalam konteks krisis ekonomi global saat ini, menurutnya, dampak terbesar justru dirasakan oleh para pengusaha besar, bukan oleh pelaku UMKM yang lebih resilien dan dekat dengan ekonomi rakyat.
Sementara itu, Kakanda Andi Yuslim P, Sekretaris Jenderal Partai Perindo sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh berhenti pada tataran formalitas. “Pemuda, khususnya dari Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta, harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap berdikari di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Loyalitas dan militansi pemuda kepada perjuangan Syarikat Islam adalah modal untuk menumbuhkan kemandirian dan ketahanan ekonomi bangsa,” tambahnya.
Diskusi ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kesadaran generasi muda terhadap akar sejarah Pancasila, serta mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan global dengan semangat dan nilai-nilai kebangsaan. (Red)



