Korannusantara.id, Jakarta – Analis politik dan pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung atau NPT apresiasi dan mendukung pernyataan sikap Ketua Fraksi DPR RI Partai Golkar sekaligus Sekjend DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji soal serangan Israel pada Iran.
Menurut Nasky, sikap tegas dan komitmen keberpihakan akan perdamaian dunia yang digagas Fraksi DPR RI Partai Golkar terhadap serangan Israel kepada Iran sudah tepat dan sesuai dengan amanat konstitusi dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.
Oleh karena nya, jika Israel terus melakukan serangan kepada Iran, kata Nasky, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas-aktif, punya mandat tanggung jawab moral moral force dan konstitusional untuk mengambil peran aktif dalam mendorong penyelesaian damai atas konflik-konflik internasional.
“Maka oleh karena itu, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil civil society Ia kembali menegaskan apresiasi dan mendukung penuh komitmen Fraksi DPR RI Partai Golkar dibawah komando Muhammad Sarmuji,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, pada Sabtu (14/6/2025).
“Ia juga menyatakan dengan tegas mengutuk serangan Israel terhadap Iran. Tindakan ini merupakan pelanggaran hukum dan melemahkan dasar-dasar hukum internasional. Serangan Israel juga dinilai memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas,” sambungnya.
Selain itu, Ia juga mendesak Pemerintah Indonesia ikut bersuara tegas menyuarakan perdamaian dunia, demi kemanusian dan peradaban.
“Alumni indef school of political economy Jakarta, Nasky menyakini bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai decision maker dan patriotik sejati pasti akan menunjukkan sikap konsistensi politik luar negeri Indonesia yang akan selalu mendukung bangsa-bangsa di dunia dalam memperjuangkan dan menjaga perdamaian,” tegasnya.
Di sisi lain, NPT sapan akrabnya melihat, Presiden Prabowo saat ini sedang gencar-gencar nya membangun komunikasi politik dan melakukan konsolidasi Internasional sebagai langkah nyata untuk meredam konflik dengan membangun kembali jalur diplomasi yang responsif dan komunikatif guna untuk mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Nasky mengatakan, sesuai dengan amanat konstitusi dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alinea keempat menyatakan, bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah, “Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.
“Maka seyogianya bangsa Indonesia memiliki peran aktif dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih baik, berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam amanat UUD 1945 tersebut,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Nasky berpandangan, sikap politik yang di perlihatkan oleh Fraksi DPR RI Partai Golkar sudah tepat sesuai dan sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang terus melakukan penggalangan dan konsolidasi internasional melalui platform-platform multilateral, jalur diplomasi yang sah untuk menggulirkan proses politik yang decisive menuju terwujudnya solusi dua negara tersebut,” jelas.
Sebelumnya, Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Iran Jumat (13/6/2025) dini hari yang menyasar Ibu Kota Teheran. Serta, Indonesia menilai tindakan ini merupakan pelanggaran hukum dan melemahkan dasar-dasar hukum internasional.
“Dan serangan ini tentunya berisiko memperburuk ketegangan di kawasan yang sudah buruk. Semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan atau menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Roy Sumirat, Jumat (13/6/2025) di Jakarta.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji, prihatin atas serangan Israel terhadap Iran. Sarmuji mengatakan konflik tersebut semakin membahayakan stabilitas kawasan dan perdamaian global.
“Serangan timbal balik antara Israel dan Iran ini bukan hanya mengancam kawasan Timur Tengah, tetapi juga memperburuk ketegangan geopolitik global yang sudah rapuh akibat berbagai konflik yang sedang berlangsung,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Jumat (13/6/2025). (red)



