• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Empat Pulau Resmi Masuk Sumut, Aktivis Islam Dukung Mendagri

Redaksi by Redaksi
14 Juni 2025
in Daerah
1
Empat Pulau Resmi Masuk Sumut, Aktivis Islam Dukung Mendagri

Ket : Mhd Isnen Harahap Fungsionaris Pengurus Besar HMI ( Foto Istimewa )

0
SHARES
230
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Medan, Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Islam, Mhd. Isnen Harahap, menyatakan dukungan terhadap langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menetapkan empat pulau di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara sebagai bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.

Keempat pulau yang dimaksud adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Mendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tertanggal 25 April 2025.

Menurut Isnen, langkah ini merupakan bentuk konkret penataan administrasi kewilayahan untuk mendukung pembangunan nasional.

“Saya mendukung penataan wilayah yang dilakukan Kemendagri. Ini penting untuk kejelasan batas administrasi negara yang sering kali menimbulkan kebingungan. Kepastian wilayah akan menunjang pembangunan nasional,” ujar Isnen, alumnus SPS USU Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan, Sabtu (14/6).

Isnen yang juga merupakan Fungsionaris PB HMI menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui kajian mendalam dan bukan bersifat sepihak.

“Penetapan ini bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Tim Nasional Pembakuan Rupabumi sudah melakukan verifikasi sejak 2008. Jadi prosesnya panjang dan penuh pertimbangan,” jelasnya.

Menanggapi polemik yang muncul, terutama dari kalangan tokoh adat Aceh dan Pemerintah Aceh yang mengklaim keempat pulau itu sebagai bagian dari sejarah wilayah Aceh, Isnen mengimbau masyarakat untuk menyikapi secara objektif dan tidak terprovokasi.

Jangan sampai keputusan ini memicu provokasi atau menyalahkan pihak tertentu, termasuk Gubernur Sumut. Keputusan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat dan sudah dibahas sejak sebelum Pak Bobby menjadi Gubernur,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Sumut yang telah menemui Gubernur Aceh guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.

Lebih lanjut, Isnen menyambut positif rencana Kemendagri untuk melakukan kajian ulang dengan melibatkan kepala daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan DPR dari kedua provinsi.

“Mari kita tunggu hasil kajian ulang Kemendagri. Harapan kita, keputusan akhirnya bisa diterima semua pihak dan tetap menjaga kerukunan antara masyarakat Aceh dan Sumut yang selama ini hidup berdampingan dengan damai,” tutup Isnen.

1,421
Tags: Bobby NasutionEmpat Pulau Aceh Sumatera UtaraHimpunan Mahasiswa IslamKementrian Dalam NegriMhd Isnen HarahapPolemik Empat PulauTito Karnavian
Previous Post

Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polda Kalbar Gelar Bakti Religi Serentak

Next Post

Pengamat: Langkah Fraksi DPR RI Golkar Win Solution Sesuai Amanat UUD 1945, Pemerintah Gercep Dorong Perdamaian Konflik Israel-Iran

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Pengamat: Langkah Fraksi DPR RI Golkar Win Solution Sesuai Amanat UUD 1945, Pemerintah Gercep Dorong Perdamaian Konflik Israel-Iran

Pengamat: Langkah Fraksi DPR RI Golkar Win Solution Sesuai Amanat UUD 1945, Pemerintah Gercep Dorong Perdamaian Konflik Israel-Iran

Comments 1

  1. Maop says:
    10 bulan ago

    Sakit kau bos.. mendukung itu yg benar bukan yg salah, itu tanah nenek moyang kami ACEH..
    Ingat….Indonesia ini merdeka andil terbesarnya adalah ACEH, dari zaman penjajahan belanda kami ACEH tidak pernah tunduk dgn mereka.. apalagi sekarang… Kami ACEH cinta damai dan sangat mejaga kerukunan antar suku dan agama, tp jgn coba² injak marwah kami..

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.