Korannusantara.id – Mataram, Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang tergabung dalam Aliansi Hitam melawan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Rektorat dengan tajuk “evaluasi dan reformasi birokrasi kampus universitas Islam Negeri Mataram”. Aksi ini menjadi bentuk evaluasi keras terhadap empat tahun masa kepemimpinan Rektor UIN Mataram yang dianggap gagal membawa perubahan signifikan, khususnya dalam menciptakan ruang akademik yang aman dan berkeadilan.
Mahasiswa menyampaikan berbagai macam tuntutan, namun dalam tuntutannyan, Aliansi Hitam melawan lebih menyoroti persoalan terjadinya kasus pelecehan seksual yang dari kemaren menjadi pemberitaan publik, karena Kasus ini hadir di kampus Islam, ini menjadi sorotan tajam terhadap yang melibatkan salah satu oknum dosen UIN Mataram.
“Kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika, bukan malah menjadi tempat di mana kekerasan seksual ditutupi dan tidak ditangani secara serius,” ujarkorlap 1 di tengah kerumunan massa.
Mereka menuding pimpinan kampus, termasuk rektor, tidak memiliki sikap tegas dan transparan dalam menangani kasus pelecehan seksual yang mencuat beberapa waktu terakhir. Mahasiswa mendesak agar pihak kampus segera membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dituso fakultas yang independen dan melibatkan unsur mahasiswa serta ahli yang kompeten.
“Kami kecewa karena hingga hari ini tidak ada kejelasan proses hukum terhadap dosen yang diduga melakukan pelecehan. Ini bentuk pembiaran. Ini adalah kegagalan moral dan kepemimpinan,” tegas salah satu kordum aliansi Hitam melawan
Dalam aksi yang berlangsung damai namun penuh tekanan moral itu, mahasiswa berharap bisa berdialog langsung dengan Rektor UIN Mataram. Namun harapan itu tidak terwujud. Rektor tidak hadir karena dalam aksi tersebut masa aksi hanya meminta Rektor sendiri yang menemui masa aksi, bukan utusan nya.
“Tindakan rektor yang enggan menemui kami menunjukkan watak kepemimpinan yang antikritik. Padahal kami datang membawa kegelisahan dan realitas yang dialami mahasiswa di lingkungan kampus sendiri,” ujar kordum dengan nada kecewa”
Aliansi Hitam melawan menyatakan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen akan terus mengawal persoalan kekerasan seksual di kampus dan menuntut pembenahan sistemik demi terciptanya UIN Mataram yang lebih adil, aman, dan transparan.
( AS )



