Korannusantara.id – MEDAN, Parsadaan Marga Harahap Sejagat Raya (MAHAJAYA) menyatakan keprihatinan atas mencuatnya perkara dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia yang diduga melibatkan sejumlah oknum di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Melalui pernyataan sikap tertulis tertanggal 5 November 2026, MAHAJAYA menegaskan pentingnya penegakan hukum yang profesional, transparan, independen, dan berkeadilan dalam mengungkap perkara tersebut.
Organisasi kekerabatan Marga Harahap ini juga mengingatkan seluruh pihak agar tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta tidak menghakimi seseorang melalui opini publik maupun tekanan politik sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Meski demikian, MAHAJAYA menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat pengungkapan kebenaran. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangan, melanggar hukum, atau mengkhianati amanah jabatan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dalam pernyataannya, MAHAJAYA juga menyoroti dinamika politik nasional yang dinilai berpotensi mengedepankan kepentingan kelompok, perebutan pengaruh, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Menurut MAHAJAYA, demokrasi Indonesia harus dibangun berdasarkan etika, kejujuran, transparansi, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap konstitusi.
“Jangan sampai perbedaan kepentingan politik, persaingan kekuasaan, maupun konflik antarkelompok elite justru mengorbankan stabilitas nasional, persatuan rakyat, dan kepentingan bangsa,” demikian salah satu penegasan dalam pernyataan tersebut.
Dukung Presiden dan Pembenahan Internal Polri
MAHAJAYA turut menyatakan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia dalam menjalankan amanah konstitusional, memimpin pemerintahan, menjaga stabilitas nasional, serta mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan bermartabat.
Dukungan juga disampaikan kepada kepemimpinan Kapolri, Bareskrim Polri, dan Divisi Propam Polri dalam mengungkap serta menangani perkara dugaan penyadapan ilegal tersebut.
MAHAJAYA berharap seluruh proses penyelidikan, penyidikan, pengawasan internal, dan penegakan kode etik dapat berjalan tanpa tebang pilih maupun intervensi kepentingan politik.
Organisasi ini menilai, kekuatan institusi Polri tidak terletak pada kemampuan menutupi kesalahan anggotanya, melainkan pada keberanian melakukan pembenahan internal dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
“Dukungan kami bukanlah dukungan tanpa kritik, melainkan dukungan konstruktif terhadap institusi negara yang berani menegakkan hukum, melakukan pembenahan internal, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas MAHAJAYA.
Ajak Masyarakat Tolak Polarisasi
Selain menyoroti penegakan hukum, MAHAJAYA mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, propaganda politik, fitnah, maupun ujaran kebencian yang berpotensi memperuncing perpecahan.
MAHAJAYA mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Secara khusus, organisasi ini juga mengimbau seluruh pengurus dan anggota MAHAJAYA di berbagai daerah untuk menjaga soliditas, kekompakan, serta kehormatan keluarga besar Marga Harahap.
Anggota diminta bersikap dewasa dan bijaksana dalam menyampaikan pendapat, termasuk di media sosial, serta tidak menjadikan perbedaan pandangan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
MAHAJAYA menegaskan bahwa kekuatan organisasi bukan terletak pada keberpihakan terhadap kelompok politik tertentu, melainkan pada persatuan, kehormatan, dan kemampuan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Persatuan dan Keutuhan NKRI Jadi Prioritas
Pada bagian akhir pernyataannya, MAHAJAYA menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepentingan bangsa dan negara, menurut organisasi tersebut, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi, kelompok, golongan, maupun kepentingan politik sesaat.
MAHAJAYA juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap tenang, berpikir jernih, mengedepankan akal sehat, serta mempercayakan penyelesaian setiap persoalan kepada mekanisme hukum dan konstitusi.
“Berbeda pandangan boleh, berbeda pilihan politik adalah hak, tetapi persatuan dan keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” demikian penegasan MAHAJAYA.
Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan seruan kebanggaan organisasi: MAHAJAYA Maju, MAHAJAYA Mulia, MAHAJAYA Horas, Horas, Horaaaas!
Pernyataan itu dikeluarkan di Medan, 5 November 2026, atas nama Parsadaan Marga Harahap Sejagat Raya (MAHAJAYA), melalui Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.


