• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Pemkab Deli Serdang Catat 57 Orang Alami Gangguan Pencernaan Usai Hari Santri, Biaya Pemulihan Disebut Ditanggung

pujo by pujo
27 Oktober 2026
in Daerah
0
Pemkab Deli Serdang Catat 57 Orang Alami Gangguan Pencernaan Usai Hari Santri, Biaya Pemulihan Disebut Ditanggung
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DELI SERDANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menyampaikan sebanyak 57 santri, santriwati, ustaz, dan ustazah mengalami gejala gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.

Informasi tersebut disampaikan pihak Pemkab Deli Serdang melalui pesan WhatsApp yang dikirim oleh admin akun WhatsApp Bupati Deli Serdang kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

Dalam keterangan bertajuk Kronologi Kejadian dan Penanganan Dugaan Keracunan, Pemkab menyebutkan bahwa dari total 2.003 peserta upacara, terdapat 57 orang yang mengalami gejala berupa mual, muntah, pusing, dan lemas.

Pemkab menyebut jumlah tersebut setara sekitar 2,85 persen dari total porsi yang disiapkan. Para peserta yang mengalami gejala kemudian mendapatkan pertolongan medis melalui puskesmas, klinik, bidan, maupun tim medis internal pesantren.

Lima Pesantren Dilaporkan Terdampak

Dalam keterangan tersebut, Pemkab merinci laporan dari lima pesantren yang santri maupun tenaga pengajarnya mengalami gangguan kesehatan.

Di Pesantren Mazilah Darussalam, Kecamatan Percut Sei Tuan, tercatat 32 orang mengalami gejala. Menurut keterangan Pemkab, para korban menjalani perawatan di Klinik Sufi Sehat, Jalan Musyawarah Nomor 124-A, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Pemkab menyatakan kondisi para korban di pesantren tersebut mulai membaik dan memasuki masa pemulihan berdasarkan informasi dari dokter yang menangani.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, M.Pd., bersama Kasi Pakis Kemenag Deli Serdang, H. Mhd. Qodri Syah Hsb, M.Ag., serta perwakilan Pemkab, yakni Kabag Kesra Gento Herlambang, S.Sos., M.Si., dan Katim Kesra Setdakab Deli Serdang Beni Cahyadi, S.Sos., dilaporkan telah meninjau para korban.

Rombongan diterima pimpinan pesantren, Ustaz Dahrul Yusuf. Dalam pertemuan itu, Dahrul menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut dan menyebut kejadian yang dialami para santri sebagai musibah yang harus diterima dengan ikhlas.

Kakankemenag Deli Serdang, menurut keterangan Pemkab, menyatakan kunjungan bersama perwakilan Pemkab merupakan bentuk keprihatinan dan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pemkab juga menyebut petugas Dinas Kesehatan turun ke klinik tempat para santri dirawat untuk memastikan kondisi kesehatan mereka terpantau dengan baik.

Sementara itu, di Pesantren Al-Mundziri, Kecamatan Sunggal, terdapat 10 orang yang dilaporkan mengalami gejala serupa. Menurut keterangan pimpinan pesantren, Ustaz Fuadillah Adli, mereka telah dibawa berobat ke klinik terdekat dan diperbolehkan kembali ke pesantren dengan anjuran beristirahat serta mengonsumsi obat dan vitamin.

Di Pesantren Mutia Rahmah, Kecamatan Hamparan Perak, seorang ustazah dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan. Ia telah dibawa ke bidan terdekat dan kini menjalani pemulihan di rumah bersama keluarganya, berdasarkan keterangan pimpinan pesantren, Kusmiadi, S.H.

Berikutnya, Pesantren Hidayatullah di Tanjung Morawa melaporkan tujuh santriwati dan empat ustazah mengalami gejala serupa. Pimpinan pesantren, Ustaz Isa Abdul Barry, menyampaikan bahwa seluruhnya telah ditangani tim medis pesantren dan kondisinya semakin membaik.

Adapun di Pesantren Nurul Hakim, Tembung, tiga orang guru dilaporkan mengalami mulas pada perut. Menurut keterangan tenaga pengajar, Ustaz Ahmadi, ketiganya telah mendapat pengobatan di klinik terdekat dan kondisinya berangsur membaik.

Pemkab Sebut Pemulihan Kesehatan Jadi Prioritas

Dalam bagian penutup keterangannya, Pemkab Deli Serdang menyatakan kejadian tersebut tidak diinginkan oleh pihak mana pun dan menyebut tidak ada unsur kesengajaan.

Pemkab menyampaikan dua langkah penanganan, yakni mengupayakan pemulihan kesehatan para santri dan tenaga pengajar secepat serta semaksimal mungkin hingga pulih, serta membuka komunikasi dengan pimpinan pesantren untuk mencari penyelesaian yang dinilai baik bagi semua pihak.

Keterangan yang disampaikan melalui admin WhatsApp Bupati itu juga menyebut biaya penanganan atau pemulihan para korban akan menjadi tanggung jawab Pemkab Deli Serdang.

Meski demikian, belum dijelaskan secara terperinci mekanisme pembiayaan tersebut, termasuk komponen biaya yang ditanggung dan tata cara penggantiannya.

Penyebab Masih Perlu Dipastikan

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah sejumlah santri dan tenaga pengajar mengalami gangguan kesehatan seusai mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional di Kantor Bupati Deli Serdang pada Kamis (22/10/2026).

Dugaan keracunan makanan muncul karena para korban dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan setelah kegiatan tersebut. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan itu masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan, jika dilakukan, pengujian terhadap sampel makanan maupun bahan terkait.

Karena itu, dugaan keracunan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan akhir sebelum ada hasil pemeriksaan yang mendukung.

Keterangan Pemkab Deli Serdang ini menjadi pembaruan mengenai jumlah korban yang dilaporkan, kondisi pemulihan, serta langkah penanganan yang disampaikan pemerintah. Perkembangan lebih lanjut, termasuk hasil pemeriksaan terkait penyebab kejadian dan realisasi tanggung jawab biaya perawatan, masih perlu dipantau.

Views: 110
Tags: Pemkab Deliserdang
Previous Post

LAMI Dorong Penguatan Pemberantasan Narkoba, Apresiasi langkah Polri

Next Post

Bahasa Indonesia Diakui Dunia, Yulhasni Ingatkan Ancaman Terpinggirkan di Negeri Sendiri

pujo

pujo

Next Post
Bahasa Indonesia Diakui Dunia, Yulhasni Ingatkan Ancaman Terpinggirkan di Negeri Sendiri

Bahasa Indonesia Diakui Dunia, Yulhasni Ingatkan Ancaman Terpinggirkan di Negeri Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.