Korannusantara.id – KOTAWARINGIN BARAT, Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, semakin pekat. Kondisi ini memicu kecemasan masyarakat lantaran asap tebal menyelimuti permukiman warga hingga lingkungan sekitar tampak gelap dan mengkhawatirkan.
Berdasarkan kondisi yang terlihat pada Jumat (23/10/2026), kepungan asap di sekitar rumah warga menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak. Paparan asap karhutla berisiko mengganggu kesehatan pernapasan serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ungkapan “tiada hari tanpa asap” kini menjadi gambaran keresahan warga yang harus menghadapi kabut asap yang terus menyelimuti lingkungan mereka. Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kebakaran, menangani titik api, serta mencegah kondisi semakin memburuk.
Penanganan karhutla dinilai mendesak agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar asap yang berpotensi membahayakan kesehatan. Upaya pencegahan dan pemadaman juga perlu dilakukan secara maksimal untuk menghindari meluasnya kebakaran.
Sampai kapan masyarakat harus bertahan di tengah kepungan asap? Keselamatan warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, harus menjadi prioritas. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera menghadirkan langkah nyata agar masyarakat dapat kembali menghirup udara yang lebih bersih dan menjalani aktivitas dengan aman.
( Misran )



