ISTANBUL | Korannusantara.id – Kepemimpinan pemuda Indonesia di forum internasional kembali berlanjut. Naufal Ubaidillah, S.IP., M.A., terpilih kembali sebagai Presiden Global Youth Diplomacy Community in Türkiye (GYDCT) untuk periode 2026–2027 dalam rangkaian Global Youth Diplomacy Summit (GYDS) 2026 di Istanbul, Turki, pada 18 Oktober 2026.
Konferensi yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai negara tersebut menjadi ruang diskusi mengenai peran generasi muda dalam menghadapi perubahan geopolitik dan memperkuat hubungan internasional melalui diplomasi olahraga, keamanan dan pertahanan, serta perdagangan.
Terpilihnya kembali Naufal diumumkan dalam Sidang Umum GYDCT setelah laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2025–2026 disampaikan kepada organisasi anggota dan delegasi yang hadir.
Dalam susunan kepengurusan baru, Nuha Almahdavi dari Irak dipercaya sebagai Wakil Presiden, sementara Almira Biygeldieva dari Kirgizstan menjabat Sekretaris Jenderal.
Diplomasi Pemuda Jadi Fokus Konferensi
GYDS 2026 mengangkat tiga tema utama, yaitu Football Diplomacy, Security and Defense Issues in the 21st Century, dan Trade Diplomacy. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai diplomasi sebagai instrumen membangun komunikasi, mengelola tantangan keamanan, dan membuka peluang kerja sama ekonomi antarnegara.
Dalam sesi diplomasi sepak bola, Inocente Pedro Ndongala bertindak sebagai moderator dengan menghadirkan Chairman Bizim Afrika, Faroukou Mintoiba. Diskusi menyoroti potensi sepak bola sebagai sarana diplomasi publik dan pertukaran budaya lintas bangsa.
Sementara itu, panel keamanan dan pertahanan yang dimoderatori Souhaila Nefssi menghadirkan Direktur Al Sharq Academia, Mohammad Affan, serta peneliti independen Thomas Germenot. Pembahasan berfokus pada tantangan keamanan kontemporer dan pentingnya perspektif lintas disiplin dalam memahami dinamika internasional.
Adapun sesi diplomasi perdagangan dipandu Ebraheem Rakha dengan menghadirkan Martina Pavone, Ugur Yasin Asal, Mahmoud Youssouf, dan Syafik Firdaus. Para pembicara membahas penguatan hubungan ekonomi internasional serta peluang keterlibatan pemuda dalam jejaring perdagangan global.
Hasil Diskusi Diarahkan Menjadi Program Nyata
Tidak hanya menggelar diskusi, konferensi tersebut juga melibatkan peserta dalam lokakarya yang mencakup kerja sama internasional, diplomasi perdagangan bagi pemuda, kolaborasi negara-negara Global South, dan isu keamanan kontemporer.
Hasil lokakarya berupa rancangan proyek praktis yang akan menjadi salah satu landasan program kerja kabinet GYDCT periode 2026–2027.
Melalui pendekatan tersebut, konferensi diarahkan untuk menghasilkan tindak lanjut yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan kolaboratif, bukan berhenti pada pertukaran gagasan.
GYDS 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi GYDCT dengan Istanbul Ticaret University, Divan Association, Al Sharq Youth, Presidency for Turks Abroad and Related Communities (YTB), serta Bizim Afrika.
Kemitraan itu mempertemukan unsur pendidikan, organisasi kepemudaan, dan jejaring internasional dalam mendorong partisipasi generasi muda pada isu-isu global.
Perkuat Peran Pemuda dalam Hubungan Internasional
GYDCT merupakan komunitas internasional yang menghimpun organisasi mahasiswa dan pemuda dari berbagai negara untuk mendorong diplomasi yang inklusif, pengembangan kepemimpinan, serta kerja sama lintas budaya.
Dengan terpilihnya kembali Naufal Ubaidillah, organisasi tersebut melanjutkan kepemimpinan untuk periode 2026–2027 dengan agenda penguatan jejaring internasional dan pengembangan program diplomasi berbasis aksi.
Penyelenggaraan GYDS 2026 sekaligus menjadi wadah bagi pemuda dari beragam latar belakang kebangsaan untuk bertukar perspektif dan merancang inisiatif kolaboratif dalam menghadapi tantangan global.



