Korannusantara.id – Jakarta, Dugaan ketidaksesuaian odometer mobil bekas mencuat setelah seorang konsumen menemukan perbedaan data kilometer saat hendak melakukan tukar tambah kendaraan di showroom OLXmobbi milik PT Astra di Samarinda.
Pada 3 Oktober, konsumen tersebut mendapati peringatan sistem mengenai potensi perubahan odometer. Angka pada dashboard berada di kisaran 80.000 kilometer, sedangkan catatan historis yang disampaikan kepadanya menunjukkan sekitar 181.000 kilometer.
Penelusuran di Auto2000 Toyota Samarinda, menurut keterangan konsumen, turut menemukan catatan odometer sekitar 174.000 kilometer. Dokumen servis yang tertinggal di dashboard, termasuk berkas NCR kuning dan merah muda yang disebut berkaitan dengan jasa vendor lain, juga menjadi bahan penelusuran riwayat kendaraan.
Konsumen kemudian meminta pertanggungjawaban kepada pihak Triple Seven di Jakarta melalui kuasa hukumnya, Bima. Penyelesaian yang diminta mencakup mekanisme buyback atau kompensasi atas kerugian yang dapat dibuktikan.
Namun, menurut keterangan pihak konsumen, Triple Seven hanya bersedia memberikan kompensasi sebesar Rp5 juta. Tawaran tersebut belum disepakati dan negosiasi kedua pihak belum menemukan titik temu.
Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi riwayat kendaraan, proses pemeriksaan sebelum penjualan, serta tanggung jawab penjual ketika ditemukan perbedaan catatan odometer.



