Korannusantara.id – PADANGSIDIMPUAN, Tiga minggu telah berlalu sejak Mahmul Hartopan meninggal dunia di Kamboja. Namun, hingga Sabtu (3/10/2026), keluarga masih menanti kepastian kapan jenazah anak mereka dapat dipulangkan ke tanah air.
Bagi keluarga Mahmul, tiga minggu bukanlah waktu yang singkat. Di tengah duka kehilangan orang yang dicintai, mereka masih harus menghadapi ketidakpastian terkait proses pemulangan jenazah dari Kamboja.
Maijon Tanjung, orang tua almarhum Mahmul Hartopan, berharap pemerintah dapat turun tangan membantu mempercepat proses pemulangan jenazah putranya.
“Kami sudah tiga minggu menunggu. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan jenazah anak kami bisa dipulangkan. Duka kami semakin berkepanjangan sebelum jenazah anak kami bisa dimakamkan,” ujar Maijon.
Menurut Maijon, keluarga tidak menuntut banyak hal. Mereka hanya ingin jenazah Mahmul segera kembali ke kampung halaman agar dapat dimakamkan secara layak dan keluarga bisa memberikan penghormatan terakhir.
Melalui pemberitaan ini, Maijon memohon perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga Pemerintah Pusat untuk membantu mempercepat proses tersebut.
Ia juga berharap Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Presiden RI Prabowo Subianto, serta Anggota Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene dapat ikut mendorong penyelesaian proses pemulangan jenazah Mahmul.
“Kami memohon kepada Bapak Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe, Bapak Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kami. Kami tidak meminta apa-apa, kami hanya ingin jenazah anak kami dipulangkan agar bisa kami makamkan di kampung halaman,” ucapnya.
Bagi Maijon dan keluarganya, kepulangan Mahmul bukan sekadar persoalan administrasi. Mereka ingin mendapatkan kesempatan terakhir untuk mengantarkan anak mereka ke tempat peristirahatan terakhir.
“Sebagai orang tua, kami ingin melihat anak kami pulang. Kami ingin mengantarnya untuk terakhir kalinya dan memakamkannya di tanah kelahirannya,” tutur Maijon.
Keluarga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait segera memberikan kepastian sekaligus membantu menyelesaikan proses pemulangan jenazah Mahmul Hartopan dari Kamboja ke Padangsidimpuan.
Tiga minggu telah berlalu. Namun, bagi keluarga, duka itu belum benar-benar dapat mereka lepaskan. Sebab, anak yang mereka cintai masih berada jauh dari rumah.
Kini, harapan keluarga hanya satu: Mahmul Hartopan bisa segera pulang.
(Indra Saputra)



