KORANNUSANTARA.ID — Tim 15 Ekspedisi Patriot 2026 IPB University mendorong pengembangan usaha masyarakat Kampung Salor Indah, Kabupaten Merauke, melalui penjajakan kemitraan pemasaran produk abon ikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pertemuan pada 28 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperluas peluang usaha UMKM sekaligus mengoptimalkan potensi perikanan lokal menjadi produk pangan bernilai tambah.
Dalam kesempatan tersebut, Tim 15 memperkenalkan abon ikan lele yang diproduksi oleh UMKM dengan melibatkan ibu-ibu PKK Kampung Salor Indah.
Produk tersebut ditawarkan kepada pihak SPPG sebagai peluang untuk mempertemukan hasil produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.
Tim 15 juga memaparkan pengembangan abon berbahan ikan gastor dengan formulasi terbaru. Melimpahnya ketersediaan ikan gastor di wilayah setempat menjadi peluang untuk menciptakan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dengan pengolahan yang tepat, komoditas tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan sumber protein sekaligus menjadi alternatif pengembangan usaha masyarakat.
Koordinator Wilayah SPPG, Sadika, menyambut baik penawaran produk abon ikan serta inovasi yang dikembangkan Tim 15. Pihaknya menyatakan terbuka terhadap peluang kerja sama dengan masyarakat Salor Indah.
Meski demikian, penjajakan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pemenuhan persyaratan yang berlaku sebelum kemitraan dapat direalisasikan.
Dalam pembahasan tersebut, aspek legalitas menjadi salah satu perhatian utama.
UMKM yang ingin melanjutkan proses kerja sama perlu mempersiapkan dokumen usaha dan perizinan, antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, serta izin edar sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemenuhan persyaratan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan produk dan usaha untuk memasuki pasar yang lebih luas.
Menanggapi hal tersebut, Tim 15 Ekspedisi Patriot 2026 melihat perlunya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Kampung Salor Indah.
Pendampingan diarahkan pada penguatan legalitas usaha, penyempurnaan produk, serta peningkatan kesiapan produksi agar kelompok usaha masyarakat dapat memenuhi persyaratan calon mitra dan mengembangkan peluang pemasaran secara berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Tim 15 Ekspedisi Patriot 2026 IPB University berupaya menghubungkan potensi perikanan lokal dengan peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Inovasi abon ikan lele dan gastor diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hilirisasi hasil perikanan, meningkatkan nilai jual komoditas lokal, serta membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat Kampung Salor Indah, Merauke.



