Korannusantara.id -PADANGSIDIMPUAN, Keluarga Mahmul Hatopan, warga Kelurahan Wek III, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, memohon perhatian serius Pemerintah Republik Indonesia agar proses pemulangan jenazah almarhum dari Kamboja dapat segera dipercepat.
Permohonan tersebut disampaikan langsung oleh orang tua almarhum, Maijon Tanjung. Ia berharap jenazah putranya segera dipulangkan ke rumah duka di Kota Padangsidimpuan agar dapat dimakamkan secara layak di tengah keluarga.
“Saya Maijon Tanjung, orang tua dari Mahmul Hatopan. Kami memohon kepada Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri, KBRI di Kamboja, serta seluruh pihak terkait agar dapat membantu dan mempercepat proses pemulangan jenazah anak kami ke tanah air,” ujar Maijon.
Mahmul Hatopan diketahui berada di Kamboja untuk bekerja di wilayah Poipet. Namun, keluarga kemudian menerima kabar bahwa Mahmul meninggal dunia di kamboja.
Sejak menerima kabar duka tersebut, keluarga berharap proses administrasi dan koordinasi dengan pihak berwenang di Kamboja hingga pengiriman jenazah ke Indonesia dapat segera diselesaikan.
“Kami berharap seluruh proses administrasi dan koordinasi dapat segera diselesaikan, sehingga almarhum dapat kembali ke tengah keluarga dan dimakamkan dengan layak,” katanya.
Di tengah suasana duka, keluarga juga berharap pemerintah hadir memberikan perhatian dan bantuan, khususnya dalam memastikan seluruh proses pemulangan jenazah berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Padangsidimpuan disebut masih terus mengupayakan proses pemulangan jenazah Mahmul Hatopan ke rumah duka.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Disnaker Kota Padangsidimpuan Ari Junaidi Lubis, MM, masih melakukan koordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara terkait upaya pemulangan jenazah almarhum ke tanah air.
Keluarga berharap upaya pemerintah daerah tersebut mendapat dukungan dan koordinasi dari pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, sehingga proses pemulangan jenazah dapat dipercepat.
“Kami sangat berharap pemerintah hadir dan membantu kami dalam kondisi seperti ini. Kami hanya ingin anak kami segera dipulangkan agar dapat berkumpul kembali dengan keluarga untuk terakhir kalinya dan dimakamkan di tanah kelahirannya,” harap Maijon.
Saat ini, keluarga masih menantikan kepulangan jenazah Mahmul Hatopan ke rumah duka di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.
Keluarga berharap proses pemulangan tersebut dapat segera dituntaskan agar mereka dapat memberikan penghormatan terakhir dan memakamkan almarhum di tanah kelahirannya.
(Indra Saputra)



