Korannusantara.id – BANDUNG, Lebih dari 9 juta orang tinggal di kawasan Bandung Metropolitan Region yang dikenal sebagai wilayah dengan lanskap geologi yang dinamis. Di kawasan ini terdapat Sesar Lembang serta sejumlah gunung api aktif, termasuk Tangkuban Parahu.
Kondisi tersebut mendorong British Geological Survey (BGS) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan penelitian bertajuk Exposed: Physical and Social Exposure to Seismic and Volcanic Threats in Bandung, Indonesia.
Penelitian ini tidak hanya melihat besarnya ancaman gempa bumi dan aktivitas vulkanik, tetapi juga mengkaji siapa dan apa yang paling berpotensi terdampak. Kajian tersebut memadukan berbagai pendekatan, mulai dari geosains, data satelit, kecerdasan buatan (AI), analisis demografi hingga pengetahuan dan pengalaman masyarakat.
Temuan penelitian kemudian dibawa lebih dekat kepada publik melalui pameran Setanah, Tak Diam. Pameran ini menerjemahkan pengetahuan ilmiah mengenai risiko geologi melalui seni, budaya, storytelling, serta pengalaman masyarakat.
Pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi British Council, Selasar Sunaryo Art Space (SSAS), ITB, BRIN, dan Gamma Metrics, dengan dukungan The Toyota Foundation dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Berlokasi di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, pameran Setanah, Tak Diam berlangsung hingga Januari 2027. Selain pameran, berbagai program publik dan diskusi turut digelar untuk membahas risiko geologi serta upaya membangun ketahanan masyarakat.
Melalui pendekatan lintas disiplin tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa risiko bencana bukan hanya persoalan seberapa besar ancaman alam, tetapi juga mengenai tingkat keterpaparan manusia, lingkungan, infrastruktur, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapinya.
Pengetahuan mengenai risiko geologi diharapkan dapat disampaikan secara akurat, proporsional, dan mudah dipahami. Tujuannya bukan untuk menciptakan kekhawatiran, melainkan membantu masyarakat mengenali lingkungan tempat mereka hidup dan membangun kesiapsiagaan berbasis pengetahuan.
Kolaborasi antara sains, seni, dan pengalaman masyarakat dalam Setanah, Tak Diam juga membuka ruang percakapan mengenai Bandung sebagai sebuah lanskap hidup yang terus bergerak dan berubah.



