Korannusantara.id – Jombang, Penutupan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) Ketum PB NU Gus Kikin disebut berlangsung istimewa. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia hadir sebanyak dua kali, yakni saat pembukaan dan penutupan Muktamar. Minggu, 31 Agustus 2026
Dalam sambutannya, Gus Kikin Ketum PB NU terpilih menyampaikan bahwa kehadiran Presiden pada pembukaan sekaligus penutupan Muktamar merupakan sesuatu yang spesial dan baru terjadi pada kesempatan tersebut.
“Penutupan Muktamar yang ke-34 ini sangat spesial. Tadi sudah disampaikan Gus Ipul, dua kali Presiden Republik Indonesia menghadiri acara ini,” ujarnya.
Ia kemudian menceritakan sejumlah momentum pribadi yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan angka delapan. Hal itu disampaikan dengan nada humor sehingga mengundang tawa dan tepuk tangan para peserta.
Gus Kikin mengatakan dirinya lahir pada tanggal 17, yang jika dijumlahkan menjadi angka 8. Ia juga menyebut bulan kelahirannya adalah bulan 8 dan tahun kelahirannya 1958.
“Dan saya kebetulan diamanahi menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang ke-8,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat amanah untuk mendampingi Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Menurutnya, berbagai kesamaan tersebut membuat dirinya merasa memiliki kecocokan dengan sosok yang disebutnya memiliki banyak unsur angka 8.
“Semuanya cocok, mungkin tinggal nasibnya yang agak beda,” ujarnya sambil bercanda, yang disambut gelak tawa hadirin.
Lebih lanjut, Gus Kikin mengapresiasi jalannya Muktamar ke-34 yang dinilainya berlangsung lancar. Mulai dari rangkaian awal kegiatan, proses persidangan, hingga pembahasan berbagai agenda organisasi disebut berjalan dengan baik.
Ia menilai proses pembahasan dalam Muktamar mampu menghasilkan berbagai solusi melalui musyawarah.
“Banyak solusi-solusi yang bisa dicapai di dalam pembahasan-pembahasan ini,” tuturnya.
Gus Kikin kemudian menyebut kelancaran pelaksanaan Muktamar tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia bahkan berseloroh bahwa kelancaran berbagai proses tersebut kemungkinan tidak terlepas dari keberkahan Pondok Pesantren Tebuireng.
“Ini saya enggak tahu, mungkin barangkali ini barokahnya Pondok Tebuireng ada,” ujarnya.



