KORANNUSANTARA.ID — Semangat mempererat kebersamaan dan menjaga persatuan masyarakat Betawi menjadi pesan utama dalam kegiatan silaturahmi dan doa bersama yang digelar Majelis Kaum Betawi (MKB) di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi jajaran MKB bersama berbagai unsur masyarakat Betawi untuk memperkuat tali silaturahmi, membangun komunikasi, sekaligus menjaga semangat kebersamaan dalam melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai Betawi.
Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo atau Bang Foke, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat Betawi untuk terus mengedepankan persatuan.
Menurutnya, kekuatan masyarakat Betawi akan semakin kokoh apabila seluruh unsur dapat menjaga kebersamaan dan saling menghargai.
Foke juga menyinggung perjalanan terbentuknya wadah masyarakat Betawi yang sebelumnya diawali dengan Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB) yang dideklarasikan pada 22 Desember 2022.
Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi Majelis Kaum Betawi melalui Kongres 2023.
Menurut Foke, dinamika kelembagaan yang berkembang setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) perlu disikapi dengan semangat persatuan dan kepentingan bersama masyarakat Betawi.
Ia menjelaskan, Pasal 31 UU Nomor 2 Tahun 2024 turut mengatur mengenai Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Karena itu, penyesuaian kelembagaan dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat keberadaan wadah masyarakat Betawi agar memiliki pijakan yang selaras dengan ketentuan hukum.
Namun, kata Foke, substansi yang lebih penting adalah menjaga kebersamaan seluruh elemen Betawi.
“Yang terpenting bagaimana seluruh unsur Betawi dapat berhimpun, bersatu dan bersama-sama menjaga adat serta kebudayaan Betawi,” ujar Foke.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta Sigit Wijatmoko hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi Asisten Kesra Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.
Sigit menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang bertujuan memperkuat persatuan masyarakat Betawi serta menjaga keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi di Jakarta.
“Pak Gubernur siap mendukung jalannya acara Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi,” kata Sigit.
Silaturahmi dan doa bersama tersebut diharapkan menjadi ruang untuk terus merawat hubungan antar elemen masyarakat Betawi. Semangat kebersamaan dinilai penting agar identitas, adat, tradisi, dan kebudayaan Betawi tetap menjadi bagian kuat dari perkembangan Jakarta sebagai kota global.



