Korannusantara.id – MADINA, Kematian Rijal Pulungan, warga Desa Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Kematian tersebut mencuat setelah korban disebut-sebut diajak bekerja ke lokasi penambangan emas yang diduga ilegal di kawasan Sungai Batang Gadis.
Informasi mengenai peristiwa tersebut mencuat pada Senin, 18 Agustus 2026, ketika sejumlah awak media mendatangi Desa Pintu Padang Jae untuk mengonfirmasi kabar yang beredar di tengah masyarakat.
Kronologi Versi Warga
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, beberapa hari sebelum meninggal dunia, Rijal Pulungan disebut diajak oleh seorang warga berinisial L.P. ke lokasi penambangan emas di kawasan Sungai Batang Gadis yang melintasi wilayah Kelurahan Panabari, Kecamatan Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Tidak berapa hari kemudian kami mendapat kabar kalau Rijal sudah meninggal dunia. Padahal saat berangkat bersama L.P., kondisinya sehat dan tidak sedang mengalami penyakit,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mempertanyakan proses pemakaman Rijal Pulungan yang menurut informasi dilakukan di wilayah Sumatera Barat. Padahal, korban diketahui merupakan warga Desa Pintu Padang Jae dan keluarganya juga berdomisili di desa tersebut.
Warga Minta Polisi Selidiki Kematian
Sejumlah warga mengaku memperoleh informasi bahwa kematian Rijal Pulungan dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Dugaan tersebut semakin menjadi perhatian setelah beredar foto dan video yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut di media sosial TikTok.
Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban serta mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.
“Kami sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Madina, terutama pihak kepolisian, turun tangan mengusut tuntas kematian Rijal Pulungan ini. Biar semuanya terang dan masyarakat tidak saling menuduh,” tegas warga.
Awak Media Coba Temui L.P.
Untuk memperoleh keterangan dari pihak yang disebut-sebut membawa Rijal ke lokasi tambang, awak media berupaya menemui L.P di kediamannya. Namun, yang bersangkutan tidak berada di rumah.
Menurut keterangan warga, istri L.P juga mengaku tidak mengetahui keberadaan suaminya maupun kapan yang bersangkutan akan kembali.
Selain itu, beredar dugaan mengenai keterlibatan pihak keluarga Kepala Desa Pintu Padang Jae dalam peristiwa tersebut. Namun, dugaan tersebut belum terkonfirmasi dan hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa.
Rekan Kerja Sebut Rijal dalam Kondisi Sehat
Awak media juga mendatangi tempat Rijal Pulungan bekerja di sebuah penggilingan padi milik warga bermarga Nasution di Desa Pintu Padang Jae.
Menurut Nasution, berdasarkan pengetahuannya, Rijal dalam kondisi sehat sebelum pergi dari desa.
“Sepengetahuan saya dia sehat, tidak ada penyakit. Saya juga tidak tahu dia pergi ke mana. Tiba-tiba ada kawan yang mengatakan dia pergi ke Batang Gadis bersama L.P.,” ujar Nasution saat ditemui awak media di sebuah warung dekat penggilingan padi miliknya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian Rijal Pulungan belum diketahui. Pihak Kepolisian Resor Mandailing Natal dan Pemerintah Desa Pintu Padang Jae juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut.
Karena itu, seluruh dugaan yang berkembang di tengah masyarakat masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum. Keterangan resmi mengenai penyebab kematian dan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga serta masyarakat.
(Indra Saputra)



