Korannusantara.id – KOTAWARINGIN BARAT, Sejumlah warga Desa Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan mesin diesel bagi kelompok nelayan. Warga juga menduga adanya penyalahgunaan data kelompok nelayan dalam proses penyaluran bantuan tersebut.
Keluhan tersebut disampaikan warga pada Selasa (28/7/2026). Mereka mengaku kecewa karena bantuan yang disebut berupa 13 unit mesin diesel diduga tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada anggota kelompok nelayan.
Menurut keterangan warga, mereka telah mendatangi Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meminta klarifikasi terkait data kelompok nelayan yang digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena pejabat yang disebut mengetahui proses penyaluran bantuan sedang cuti di luar kota, sementara perwakilan yang dapat memberikan penjelasan tidak berada di kantor.
“Kami hanya ingin mengetahui dasar penggunaan data kelompok nelayan, apakah menggunakan berkas kelompok lama atau kelompok baru. Kami pernah mengajukan bantuan melalui Kelompok Nelayan Tanjung Bersatu yang diketuai Rusdiansyah, tetapi tidak pernah ada keterbukaan terkait bantuan mesin diesel yang datang,” ujar dua warga yang meminta identitasnya disamarkan.
Seorang warga lainnya juga mengaku memperoleh informasi bahwa bantuan mesin diesel tersebut diturunkan di salah satu rumah warga di RT 03 Desa Bogam. Ia berharap pemerintah dapat memastikan penyaluran bantuan benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak.
“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nelayan dan memastikan bantuan disalurkan secara transparan serta tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, warga meminta instansi yang berwenang, termasuk aparat pengawas, untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyaluran bantuan nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Kumai. Mereka menduga terdapat penyimpangan dalam penyaluran bantuan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun hingga kini dugaan tersebut belum dapat dibuktikan dan masih memerlukan penyelidikan oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat maupun Ketua Kelompok Nelayan Tanjung Bersatu, Rusdiansyah, belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan warga.
Pewarta: Misran NKRI
Sumber: Keterangan warga Desa Bogam.



