JAKARTA, 19 Juli 2026 – Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) sekaligus Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation (ISTAF), Datuk Abdul Halim Kader, memuji kualitas wasit muda sepak takraw Indonesia setelah menutup Pelatihan Wasit ASTAF di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Minggu (19/7/2026). Sebanyak 43 peserta dari 27 provinsi dinyatakan lulus dan siap memperkuat perwasitan nasional hingga internasional.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia perwasitan sekaligus memperkuat regenerasi wasit sepak takraw Indonesia.
Datuk Abdul Halim Kader menilai seluruh peserta menunjukkan kemampuan teknis, pemahaman regulasi, serta kesiapan memimpin pertandingan yang melampaui ekspektasi penyelenggara.
Ia juga menyoroti dominasi peserta usia produktif yang dinilai mampu menjawab kebutuhan federasi terhadap regenerasi wasit berkualitas di kawasan Asia.
“Wasit-wasit muda di antara umur 20-an hingga 50 tahun begitu baik keterampilannya. ASTAF memberikan tugas dan tanggung jawab kepada wasit-wasit dari Indonesia ini untuk bertugas dalam kejuaraan, dan sekaligus akan membawa wasit-wasit muda ini untuk bertugas pada tanggal 28 November mendatang,” ujar Datuk Abdul Halim Kader.
Menurutnya, ASTAF dan ISTAF menaruh kepercayaan besar kepada wasit Indonesia untuk memimpin berbagai kejuaraan internasional setelah melihat hasil evaluasi selama pelatihan.
Ia menegaskan pencapaian tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan kualitas perwasitan Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selain itu, Datuk Abdul Halim Kader berharap Indonesia terus mencetak wasit muda berstandar internasional agar mampu memenuhi kebutuhan berbagai kejuaraan regional maupun dunia.
PSTI Perkuat Regenerasi Wasit Nasional
Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), Dr. Surianto, menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian pelatihan sesuai kurikulum ASTAF.
Ia menjelaskan seluruh peserta mengikuti materi teori, praktik, hingga evaluasi kompetensi sebelum dinyatakan lulus sebagai wasit bersertifikat.
“Alhamdulillah, kami sudah melaksanakan penutupan pelatihan wasit ASTAF di Universitas Negeri Jakarta ini. Dari kegiatan ini, kami telah meluluskan sebanyak 43 wasit yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia. Kami telah menyelesaikan seluruh kurikulum dan materi yang telah ditetapkan dalam pelatihan wasit ASTAF,” kata Surianto.
Surianto menegaskan PSTI menjadikan program tersebut sebagai langkah strategis memperkuat regenerasi perwasitan di seluruh Indonesia.
Karena itu, PSTI akan memperluas penyelenggaraan pelatihan ke berbagai provinsi agar setiap daerah memiliki wasit yang kompeten dan memenuhi standar federasi.
Langkah tersebut sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk berkarier sebagai wasit sepak takraw profesional.
“Harapan kami, tentu saja agar terjadi regenerasi perwasitan, khususnya di Indonesia. Kami akan membuka pendaftaran perwasitan di beberapa provinsi sehingga lulusan yang ada sekarang ini bisa langsung memimpin pertandingan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
PSTI meyakini penambahan 43 wasit bersertifikat dari 27 provinsi akan memperkuat kualitas penyelenggaraan kompetisi sepak takraw nasional.
Selanjutnya, para lulusan diharapkan segera memimpin berbagai kejuaraan nasional sekaligus memperoleh kesempatan bertugas pada ajang internasional melalui penugasan ASTAF dan ISTAF.
Dengan regenerasi yang berjalan berkelanjutan, Indonesia berpeluang memperbesar kontribusinya dalam pengembangan perwasitan sepak takraw Asia sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi melalui penerapan standar perwasitan yang profesional, konsisten, dan selaras dengan regulasi internasional.



