JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Meski demikian, pelaksanaannya juga memerlukan pengelolaan rantai pasok pangan yang terukur agar tidak memengaruhi biaya operasional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Praktisi sekaligus Pengamat UMKM, Olih Solehudin, menilai tingginya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur MBG harus diimbangi dengan peningkatan produksi dan distribusi.
Tanpa langkah tersebut, permintaan yang terus bertambah dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Menurut Olih, pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman, merupakan kelompok yang paling sensitif terhadap perubahan harga bahan baku.
Kenaikan harga beras, telur, ayam, minyak goreng, hingga sayuran akan langsung berdampak pada biaya produksi dan keuntungan usaha.
“Program MBG merupakan kebijakan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Namun, pemerintah juga perlu menjaga agar kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar tidak mengurangi akses UMKM terhadap komoditas pangan dengan harga yang wajar,” ujarnya, Minggu (19/7).
Ia mendorong pemerintah memperkuat kolaborasi dengan petani, peternak, koperasi, dan distributor lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan demikian, kebutuhan dapur MBG dapat terpenuhi tanpa mengganggu pasokan bagi masyarakat maupun pelaku usaha kecil.
Selain itu, Olih menilai keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG perlu terus diperluas. Skema tersebut dinilai tidak hanya memberikan peluang usaha baru, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui kemitraan yang lebih inklusif.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa implementasi Program MBG telah melibatkan puluhan ribu UMKM sebagai bagian dari ekosistem penyediaan barang dan jasa. Pengawasan harga bahan pangan juga dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pasar dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Olih berharap evaluasi terhadap pelaksanaan MBG terus dilakukan secara periodik. Menurutnya, langkah tersebut penting agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal, sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.



