Korannusantara.id – NIAS SELATAN, Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean mengular di sejumlah SPBU kian mengkhawatirkan hingga mengganggu layanan darurat kemanusiaan. Sebuah video amatir memperlihatkan momen memprihatinkan saat sebuah mobil ambulan terpaksa menurunkan pasiennya di tengah jalan akibat terjebak kemacetan parah di kawasan SPBU Simpang Loho, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Rabu 15 juli 2026
Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, terlihat puluhan kendaraan roda dua maupun roda dua saling berhimpitan mengantre jalur pengisian bensin. Situasi macet total dan tidak bergeraknya kendaraan membuat operasional ambulans darurat terhambat.
Perekam video terdengar mengeluhkan kondisi antrean panjang tersebut:
“3 jam menunggu, belum juga dapat bensinnya. Akibat antrean panjang ini, mobil ambulans menurunkan pasiennya… Ya… akibat langkanya minyak, jadi macet perjalanan.”
Kemacetan yang mengunci akses jalan utama ini membuat ruang gerak kendaraan darurat menjadi nihil. Kondisi darurat ini langsung direspons oleh aparat Kepolisian Resor (Polres) Nias Selatan yang sedang berjaga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU Simpang Loho. Sejumlah personel kepolisian dibantu warga sekitar bergegas membuka jalur evakuasi darurat demi menggotong dan mengamankan pasien agar segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan dan para pengantre BBM di SPBU untuk senantiasa tertib dan wajib memberikan prioritas utama (prioritas jalan) kepada kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, maupun kendaraan pengangkut pasien demi keselamatan jiwa bersama.



