JAKARTA – Center for Youth Energy Appreciation (CYEA) mengajak masyarakat untuk melihat implementasi proyek Advanced Metering Infrastructure (AMI) atau Smart Meter PT PLN (Persero) secara utuh dan berbasis data.
Di tengah berbagai narasi yang berkembang di ruang publik, CYEA menilai keberhasilan program digitalisasi kelistrikan perlu menjadi bagian dari informasi yang diketahui masyarakat agar penilaian terhadap proyek strategis nasional berlangsung secara objektif.
Direktur CYEA, Jefferson, mengatakan transformasi digital yang dijalankan PLN telah memasuki tahap implementasi nyata.
Menurutnya, Smart Meter AMI bukan lagi sebatas konsep, melainkan telah diterapkan di berbagai daerah dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan kelistrikan.
“Setiap dugaan yang berkembang tentu harus dihormati dan diproses sesuai mekanisme hukum. Namun publik juga perlu melihat capaian implementasi Smart Meter AMI yang telah memberikan manfaat bagi pelanggan. Penilaian terhadap sebuah program nasional sebaiknya didasarkan pada fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Jefferson dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/7/2026).
CYEA menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan PLN mencakup modernisasi sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, layanan pelanggan hingga tata kelola perusahaan.
Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kelistrikan nasional yang lebih efisien, transparan, dan berbasis teknologi.
Salah satu implementasi utamanya adalah penggunaan Smart Meter AMI yang memungkinkan pencatatan konsumsi listrik dilakukan secara otomatis dan real time.
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan akurasi pencatatan, mempercepat penanganan gangguan, mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual, serta memudahkan pelanggan memantau penggunaan energi.
Berdasarkan data yang disampaikan CYEA, sejak mulai diterapkan pada 2023, PLN telah mengganti sekitar 1,2 juta meteran konvensional dengan Smart Meter di delapan Unit Induk Distribusi (UID), yakni Sumatera Utara, Banten, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat.
Menurut Jefferson, angka tersebut menunjukkan bahwa implementasi AMI telah menjadi salah satu tonggak modernisasi sistem kelistrikan nasional dan memberikan manfaat langsung kepada pelanggan di berbagai wilayah.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, proyek AMI juga dinilai memberikan efisiensi operasional bagi PLN melalui pengurangan kehilangan energi, percepatan identifikasi gangguan jaringan, optimalisasi pemeliharaan distribusi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
CYEA berpandangan bahwa informasi mengenai manfaat program strategis nasional perlu disampaikan secara berimbang di tengah berkembangnya berbagai opini di ruang publik.
Di sisi lain, organisasi tersebut menegaskan pentingnya menghormati proses hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang energi, CYEA meyakini digitalisasi menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung transisi energi nasional.
Teknologi seperti Smart Meter AMI dinilai dapat memperkuat tata kelola sektor ketenagalistrikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
CYEA berharap PLN terus melanjutkan transformasi digital secara konsisten dengan memperluas implementasi Smart Meter AMI, memperkuat transparansi, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar manfaat teknologi tersebut dapat dirasakan lebih luas dan mendukung terwujudnya sistem kelistrikan Indonesia yang modern, andal, dan berdaya saing.



