Korannusantara.id – KOTAPINANG, Suasana malam di pusat Kota Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, berubah menjadi kepanikan setelah sebuah truk ekspedisi diduga mengalami rem blong dan menghantam sejumlah kendaraan serta lapak pedagang kaki lima di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (4/7/2026) malam.
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 22.45 WIB itu mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan sedikitnya 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban yang terluka saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, truk ekspedisi bernomor polisi BK 8109 LY yang melaju dari arah Medan menuju Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, diduga mengalami gagal fungsi pengereman saat melintasi Jalan Bukit, salah satu ruas jalan menurun di Kota Kotapinang.
Tidak mampu dikendalikan, truk yang dikemudikan pria berinisial S itu kemudian menghantam sebuah mobil Toyota Calya yang sedang terparkir di pinggir jalan. Laju kendaraan berat tersebut terus berlanjut dan menabrak deretan lapak pedagang kaki lima serta sejumlah sepeda motor yang berada di sekitar lokasi.
Truk baru berhenti setelah menghantam area emperan Rumah Makan Sidimpuan. Benturan keras yang terjadi mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan lapak usaha warga.
“Pas kejadian saya melihat truk menabrak mobil Calya. Gerobak sate saya tidak apa-apa, tapi becak saya ditabrak truk,” ujar Agus, seorang pedagang sate yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Tak lama setelah kecelakaan terjadi, personel Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan bersama Unit Lantas Polsek Kotapinang langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, pengamanan area, serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi juga dipasang untuk mendukung proses penyelidikan.
Data sementara yang diperoleh menyebutkan truk tersebut menabrak dua unit mobil penumpang, yakni Toyota Calya dan Toyota Agya, enam unit sepeda motor, serta beberapa lapak usaha milik pedagang, termasuk lapak nasi goreng dan usaha kuliner lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan rem blong yang menjadi pemicu insiden maut tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling tragis yang terjadi di Kota Kotapinang dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, khususnya armada angkutan barang yang melintasi jalur padat aktivitas masyarakat.
( Irpan )



