Korannusantara.id – Medan, 29 Juni 2026, Dugaan tindakan asusila yang diduga melibatkan seorang pejabat akademik berinisial AS, yang menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) S3, memicu aksi unjuk rasa yang digelar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Internal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Senin (29/6). Aksi berlangsung di depan gerbang kampus sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pimpinan universitas.
Mahasiswa menilai dugaan tersebut telah mencoreng marwah akademik dan meminta pihak universitas mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam aksinya, massa juga menegaskan bahwa demonstrasi tersebut bukan bertujuan menjatuhkan nama baik kampus, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap institusi.
Ketua Ormawa di salah satu jurusan FDK UINSU, Fajar, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan merupakan wujud sikap kritis mahasiswa terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan kampus.
“Ini bukan bentuk dari rasa ketidaksukaan kami terhadap kampus, tetapi ini adalah bukti nyata bahwa kami kritis terhadap apa yang terjadi di kampus ini,” ucap Fajar.
Dalam orasi yang sama, Fajar juga menyoroti dugaan perilaku amoral yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat akademik tersebut.
“Kampus kita ternyata ada dugaan perilaku amoral di dalamnya, yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum berinisial AS. Yang lebih parah lagi, ternyata dia adalah Kaprodi S3,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan kepada pimpinan universitas. Pertama, mendesak Rektor UINSU mencopot oknum Kaprodi S3 KPI dari jabatannya. Kedua, mendesak Rektor UINSU memberikan sanksi berupa pemberhentian terhadap oknum dosen tersebut apabila terbukti melakukan pelanggaran sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Ketiga, mendesak pimpinan UINSU agar tidak memberikan perlindungan terhadap oknum yang diduga melakukan pelanggaran serta menjamin proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan mahasiswa diterima oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UINSU, Katimin. Dalam pertemuan tersebut, Katimin menyatakan siap memfasilitasi Ormawa Internal FDK UINSU bersama sejumlah mahasiswa untuk bertemu dengan Rektor UINSU agar persoalan tersebut dapat dibahas secara jelas dan transparan.
Menanggapi aspirasi mahasiswa, Katimin mengatakan:
“Yang disoroti itu Kaprodi S3 sebagaimana yang kita ketahui banyak di medsos. Kalau seandainya kasus itu benar, saya sebagai pribadi maupun pejabat kampus tentu sangat mencela itu,” ucap Katimin saat menanggapi aspirasi mahasiswa.



