Korannusantara.id – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai bertemu Presiden di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6).
Dalam pertemuan tersebut, Erick melaporkan sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk penguatan pembinaan olahraga disabilitas yang menjadi perhatian khusus Presiden. Salah satu program yang diusulkan adalah sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional.
Selain olahraga disabilitas, Presiden juga menekankan pentingnya pembinaan atlet jangka panjang. Erick menyampaikan bahwa program pemusatan latihan nasional (pelatnas) perlu didukung skema pendanaan multiyears agar persiapan atlet menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade dapat berjalan berkesinambungan.
Menurut Erick, Presiden Prabowo mendukung kebijakan yang menjamin keberlanjutan pembinaan atlet, termasuk pemberian bonus bagi atlet berprestasi. Pemerintah juga ingin memastikan potensi atlet Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah tengah menyiapkan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta sejak usia dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini diharapkan mampu mencetak atlet-atlet masa depan yang siap berprestasi di level dunia.
Selain itu, pemerintah juga masih mengkaji skema dana pensiun atlet guna meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah menyelesaikan kariernya di dunia olahraga. Menurut Erick, isu tersebut turut menjadi perhatian Presiden dalam pertemuan tersebut.



