Korannusantara.id – Yogyakarta, Berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi bertajuk “Rakyat Memanggil” di kawasan Pertigaan Gejayan, Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Massa aksi yang berasal dari berbagai organisasi mahasiswa, komunitas, dan kelompok masyarakat sipil menyuarakan berbagai tuntutan terkait persoalan ekonomi, pendidikan, demokrasi, hingga penegakan hukum. Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam kesempatan itu, Koordinator Front Aksi Mahasiswa Jogja (FAM-J), Rizal Muhaimin, menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Rizal, pemerintah dinilai belum mampu menghadirkan rasa keadilan dan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat. Dalam orasinya, ia menyebut berbagai persoalan yang dihadapi rakyat masih belum mendapatkan penyelesaian yang memadai.
“Rezim Prabowo-Gibran tidak bisa merepresentasikan keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Kurang lebih 1,5 tahun kita ditindas oleh rezim Prabowo-Gibran,” ujar Rizal di hadapan massa aksi.
Aksi “Rakyat Memanggil” berlangsung dengan penyampaian orasi, pembacaan pernyataan sikap, serta berbagai ekspresi seni sebagai media penyampaian aspirasi. Massa berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap kritik publik dan mengedepankan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi bagi berbagai elemen masyarakat sipil untuk menyuarakan tuntutan terkait demokrasi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan hak-hak warga negara.



