korannusantara.id. Sumatera Utara – Sejak beberapa pekan terakhir ketika pemerintah memutuskan kebijakan ekspor CPO dengan sistem satu pintu melalui Danantara kenyataan pahit mulai dirasakan petani sawit.
Hal ini sangat berdampak bagi para petani sawit di Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara, seperti diungkapkan oleh salah seorang petani sawit Redo mengatakan dari harga Tandan Buah Segar (TBS) Rp. 2900 bahkan Rp. 3000 perkilogramnya sekarang sudah di level Rp. 2000.
“Kalau beberapa minggu lalu harga di Rp. 3000 perkilogramnya sekarang tinggal Rp. 2000 saja bahkan infonya akan terjadi penurunan harga lagi bang” Ujar Redo dengan nada cemas ketika menjual Sawit kepada pengepul, Kamis (28/5/26).
Sementara itu salah seorang pengepul (Toke Sawit), Irwan menuturkan hampir setiap hari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terjadi penurunan harga.
“Hampir setiap hari harga TBS turun pak belum lagi potongan yang dilakukan pihak PKS, semoga saja harga sawit kembali normal lagi agar masyarakat kembali lebih semangat” Harapnya.
(red)



