Korannusantara.id – NTT, Video berdurasi sekitar enam menit yang viral di media sosial memperlihatkan momen saat sejumlah mahasiswa asal Amfoang menghadang rombongan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan yang hingga kini masih dirasakan masyarakat Amfoang, wilayah perbatasan yang masuk kategori daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
“Pak, jalan kami putus… BBM susah… rumah sakit belum beroperasi,” teriak salah satu mahasiswa di hadapan Wapres.
Momen itu terjadi di Bundaran Adipura Penfui, Kupang, Kamis (21/5), saat Wapres tiba untuk agenda kunjungan kerja di NTT. Alih-alih langsung melanjutkan perjalanan, Gibran memilih turun dari kendaraan dan menemui langsung para mahasiswa yang menggelar aksi penyampaian aspirasi.
Didampingi Gubernur NTT, Wapres mendengarkan satu per satu keluhan yang disampaikan mahasiswa Amfoang. Mereka menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dinilai belum mendapat perhatian serius pemerintah.
Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain:
Jalan dan jembatan rusak parah
BBM langka dan mahal
Akses pendidikan dan kesehatan terbatas
Rumah sakit yang belum beroperasi
Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang disebut belum menyentuh wilayah Amfoang
Saat ditanya apakah aspirasi tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah daerah, mahasiswa mengaku belum sempat bertemu langsung dengan gubernur.
Meski berlangsung di pinggir jalan dan di tengah pengawalan ketat, dialog antara mahasiswa dan Wapres tetap berjalan kondusif. Mahasiswa diberi ruang untuk menyampaikan kondisi masyarakat Amfoang secara terbuka tanpa interupsi.
Kesempatan itu dimanfaatkan para mahasiswa untuk menyampaikan langsung penderitaan yang selama ini dirasakan warga di daerah mereka.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wapres Gibran kembali bertanya kepada mahasiswa, “Ada lagi?”
“Cukup, Pak. Terima kasih,” jawab mahasiswa.
“Nanti saya akan turunkan tim ke sini,” tutup Wapres sebelum melanjutkan perjalanan.



