• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Menata Napas, Menata Harapan Fakultas Psikologi UNTAR dan DPP GPP Hadirkan Dukungan Psikologis di Sumatera Utara

Redaksi by Redaksi
24 Mei 2026
in Daerah
0
Menata Napas, Menata Harapan Fakultas Psikologi UNTAR dan DPP GPP Hadirkan Dukungan Psikologis di Sumatera Utara

Ket : Dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” yang diselenggarakan oleh Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara bersama DPP Gerakan Pembumian Pancasila di wilayah Tapanuli Tengah

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Sumatera Utara, Ada luka yang memerlukan obat, ada lelah yang memerlukan istirahat, dan ada batin yang memerlukan ruang aman. Dalam suasana pemulihan setelah banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, manusia memerlukan kehadiran yang datang dengan hati jernih hadir, mendengar, menguatkan, lalu menghubungkan.

Peristiwa ini membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Ruang hidup bergeser, kebiasaan harian berubah, dan banyak keluarga perlu menemukan kembali rasa aman. Di tengah keadaan itu, dukungan psikologis hadir sebagai jalan pulang menuju ketenangan, pijakan, dan rasa berdaya.

Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara bersama DPP Gerakan Pembumian Pancasila melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.” Kegiatan ini hadir di wilayah Adiankoting, Parmonangan, Sitahuis, Pahae Jae, Purbatua, dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Sekitar 200 insan terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terdiri atas anak-anak, remaja, dewasa, lansia, relawan, kader, keluarga terdampak, serta pendamping lokal.

Masing-masing hadir dengan pengalaman yang berbeda, lalu dipertemukan dalam satu ruang pemulihan yang sama ruang untuk mengenali rasa aman, menata emosi, dan saling menguatkan.

Program ini menggunakan pendekatan PFA dan P3LP sebagai kerangka dukungan psikologis yang sederhana, manusiawi, dan mudah diterapkan di komunitas. Pendekatan ini mengajak masyarakat memahami bahwa pemulihan dapat dimulai dari hal yang dekat napas yang lebih tenang, suara yang lebih lembut, dan pendampingan yang penuh penghargaan.

Melalui prinsip Look, Listen, dan Link, masyarakat diajak memahami cara mendampingi sesama dengan lebih peka. Look berarti melihat keadaan dengan jernih, memperhatikan keselamatan, kebutuhan dasar, dan kelompok yang memerlukan perhatian lebih.

Listen berarti mendengarkan dengan hati yang tenang, memberi ruang bagi perasaan, dan menjaga martabat masyarakat. Link berarti menghubungkan masyarakat dengan keluarga, relawan, posko, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, atau sumber dukungan lokal.

Kegiatan turut dibantu oleh relawan penerjemah yang fasih berbahasa daerah setempat. Bahasa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk Bahasa Batak Toba maupun Batak Karo. Dalam proses pemulihan, bahasa daerah menjadi jembatan batin. Pesan tentang rasa aman, napas yang tenang, dan keberanian untuk mencari bantuan terasa lebih dekat ketika hadir melalui bahasa sehari-hari masyarakat.

Pada anak-anak, dukungan diberikan melalui aktivitas yang lembut dan ekspresif. Anak-anak diajak menggambar, bermain terarah, menata napas, mengenali rasa aman, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sesuai usia. Pendekatan ini membantu anak merasa dijaga, ditemani, dan dipahami.

Pada remaja dan dewasa, kegiatan diarahkan pada pemahaman reaksi psikologis setelah pengalaman krisis. Cemas, sedih, sulit tidur, mudah terkejut, lelah, dan kehilangan arah dipahami sebagai bagian dari tubuh dan batin yang sedang berusaha menyesuaikan diri. Dengan pemahaman ini, masyarakat diajak memandang diri dengan lebih welas asih dan mulai menyusun langkah pemulihan yang sanggup dijalani.

Pada lansia, pendampingan dilakukan dengan irama yang lebih perlahan. Suara yang lembut, kalimat yang sederhana, dan sikap yang penuh hormat menjadi bagian penting dari dukungan. Lansia diberi ruang untuk merasa dihargai, didengar, dan dikuatkan.

Salah satu latihan yang diberikan adalah grounding breathing. Peserta diajak menarik napas perlahan, memberi jeda sejenak, lalu menghembuskannya dengan tenang. Napas menjadi tempat pulang yang sederhana. Saat napas mulai teratur, tubuh menerima pesan bahwa saat ini ada ruang untuk lebih aman.

Peserta juga mempraktikkan orientasi realitas. Mereka diajak menyebut nama, tempat berada, orang yang menemani, serta kalimat peneguhan tentang rasa aman. Latihan ini membantu pikiran kembali hadir pada masa kini. Saat batin terasa goyah, orientasi realitas menjadi jangkar kecil untuk kembali berpijak.

Selain itu, masyarakat diajak menyusun if-then plan, yaitu rencana kecil ketika tekanan muncul. Misalnya, “Jika saya mulai panik, maka saya menarik napas perlahan dan mencari orang yang saya percaya.” Rencana sederhana ini membantu seseorang merasa memiliki arah. Di tengah keadaan yang berat, satu kalimat dapat menjadi pegangan untuk melangkah.

Komunikasi empatik juga menjadi bagian inti. Masyarakat belajar memakai kalimat yang menguatkan, seperti “Saya mendengar yang Bapak/Ibu rasakan,” “Kita pelan-pelan melihat bantuan yang dibutuhkan,” dan “Saya menemani Bapak/Ibu mencari dukungan yang sesuai.” Kata-kata seperti ini menjadi tempat berteduh bagi batin yang sedang mencari rasa aman.

Makna “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” menjadi pengingat bahwa hari yang berat dapat menjadi kisah tentang keberanian. Suatu hari, pengalaman ini dapat diceritakan sebagai perjalanan tentang tangan yang saling menggenggam, napas yang kembali tenang, dan komunitas yang tumbuh dalam solidaritas.

Doa dan harapan dari kegiatan ini adalah hadirnya dukungan berlapis bagi masyarakat terdampak. Alur pemulihan ideal mencakup skrining awal, pendampingan komunitas, dukungan anak dan sekolah, pendampingan dukacita, informasi layanan, penguatan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan umum, hingga rujukan klinis bagi kasus berat atau menetap. Dengan dukungan yang saling terhubung, masyarakat memperoleh jalan yang lebih jelas untuk merasa aman, didengar, dan berdaya.

Pemulihan psikologis menjadi panggilan bersama. Pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, sarjana psikologi, lulusan bimbingan dan konseling, HIMPSI, relawan, tokoh masyarakat, serta komunitas lokal dapat bergerak bahu-membahu. Kepekaan dan aksi menjadi kunci. Saat ilmu, hati, dan tindakan berjalan bersama, harapan memiliki tempat untuk tumbuh.

Bagi siapa pun yang sedang memikul kesedihan, putus asa, atau tekanan batin yang terasa berat, mencari bantuan kepada psikolog profesional, konselor, tenaga kesehatan, atau orang terpercaya adalah langkah penuh keberanian. Pemulihan sering dimulai dari kalimat sederhana “Saya membutuhkan bantuan.”

 

 

181
Tags: DPP GPP Hadirkan Dukungan PsikologisFakultas Psikologi UNTARKegiatan Sosial MasyarakatKorannusantaraSumatera Utara
Previous Post

Angka Pertumbuhan 5,61%: Tumbuh Tapi Rapuh, Ekonom Indonesia Kritisi Kredibilitas  

Next Post

Ketua KNPI Terpilih Riski Agova Hadiri Piala Zunaidi Puji Sportivitas Pemain

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Ketua KNPI Terpilih Riski Agova Hadiri Piala Zunaidi Puji Sportivitas Pemain

Ketua KNPI Terpilih Riski Agova Hadiri Piala Zunaidi Puji Sportivitas Pemain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.