Korannusantara.id – Tapsel, Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Nusantara, terdiri dari PB-GEMA BT dan AN-PP, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Selasa (19/5/2026).
Dalam aksinya, massa menyoroti pelantikan Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan yang dinilai berlangsung di tengah sorotan publik terkait tata kelola pendidikan serta dugaan persoalan transparansi di lingkungan dinas tersebut.
Ketua Umum PB-GEMA BT, Ahmadi Saleh Hasibuan, menyatakan jabatan publik merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bukan sekadar posisi administratif.
Sementara itu, Ketua Umum AN-PP, Willy Alfisyahri, mengkritik tidak hadirnya pihak Dinas Pendidikan maupun Bupati Tapanuli Selatan saat massa datang menyampaikan aspirasi pada jam kerja.
Ia menilai absennya pejabat daerah dalam menerima langsung aspirasi publik menunjukkan kurangnya respons terhadap suara masyarakat.
Di akhir aksi, massa memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk merespons tuntutan dalam waktu 3×24 jam.
Jika tidak diindahkan, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Hingga aksi berakhir, tidak terlihat adanya perwakilan pemerintah daerah yang menemui langsung para demonstran.
(Indra Saputra)


