Korannusantara.id, Jakarta – Polda Metro Jaya mengambil langkah super tegas untuk memberantas kejahatan jalanan seperti begal dan jambret yang belakangan ini meresahkan warga ibu kota.
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tidak segan-segan menembak atau mengambil tindakan tegas terukur terhadap para pelaku begal dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang nekat beraksi.
Langkah berani ini diambil demi menjamin keamanan warga Jakarta. Kapolda menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Dan saya sudah perintahkan ya kepada jajaran kepolisian Polda Metro Jaya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan ya yang membahayakan jiwa masyarakat, bahkan membahayakan jiwa petugas kepolisian. Jangan ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai aturan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian,” ujar Asep di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).
Kapolda Metro Jaya mengungkapkan bahwa tim khusus ini sudah berhasil mengungkap sejumlah kasus besar dalam waktu singkat. Polisi juga terus memetakan titik rawan untuk mengoptimalkan patroli malam.
“Dan tentunya pembentukan satgas begal, pemburu begal yang kita bentuk kemarin, ya tentunya ini atensi dari Polda Metro Jaya dalam hal mengungkap kasus tersebut. Dan perlu kami sampaikan bahwa kemarin kita sudah mengungkap enam, enam kasus ya, enam kasus yang terjadi di wilayah hukum DKI Jakarta,” ungkapnya.
Untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal, polisi menggandeng Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta untuk menggelar patroli gabungan berskala besar secara rutin.
Menjawab tantangan kejahatan modern, Polda Metro Jaya memastikan tidak akan kalah selangkah dari para pelaku kriminal. Seluruh rekaman dari puluhan ribu CCTV tersebut bakal dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat bukti yang sah.
Komjen Asep membocorkan bahwa kepolisian memiliki sistem canggih untuk mengidentifikasi wajah maupun pelat nomor kendaraan pelaku kejahatan, meskipun teknis detailnya tidak dibuka demi kepentingan penyelidikan.
“Tentunya pihak Polda Metro Jaya, kepolisian dalam hal melakukan penyidikan pasti akan menggunakan scientific crime investigation. Ya ini ada dalam tahap-tahap penyidikan dan penyelidikan, tapi kita tidak bisa mengungkapkan karena kan itu teknis ya, teknis. Kita punya semuanya,” tegas Asep.



