Korannusantara.id, Jakarta – Aktivis pemuda nasional, Benny Hasibuan, menyatakan dukungannya kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Benny, polemik yang berkembang di ruang publik harus segera diselesaikan melalui mekanisme hukum agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah Mabes Polri dalam mengusut persoalan ini secara objektif dan profesional. Semua pihak harus menghormati proses hukum dan tidak menggiring opini yang dapat memperkeruh suasana,” kata Benny Hasibuan dalam keterangannya kepada media, Sabtu (16/5/2026).
Ia menilai penanganan kasus secara terbuka dan berdasarkan fakta hukum penting dilakukan guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum serta menjaga stabilitas nasional.
Benny juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama di media sosial.
“Kita harus sama-sama menjaga kondusivitas nasional. Serahkan seluruh proses kepada aparat penegak hukum agar persoalan ini dapat diselesaikan secara terang dan berkeadilan,” ujarnya.
Selain itu, Benny menegaskan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan menjunjung tinggi etika, hukum, dan persatuan bangsa, bukan dengan membangun narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Ia berharap proses yang dilakukan Mabes Polri dapat memberikan kepastian hukum sehingga polemik yang berkembang selama ini dapat segera menemukan titik terang.



