Jakarta – Koordinator Nasional Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Dinal Gusti, menilai kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal Polisi bukan sekadar proses administratif di tubuh Polri. Menurutnya, promosi tersebut mencerminkan kepercayaan institusi terhadap figur yang dianggap mampu menjaga stabilitas keamanan di tengah tingginya dinamika publik di Jakarta.
“Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga ruang bertemunya kepentingan politik, ekonomi, dan sosial nasional. Dalam situasi seperti itu, kepemimpinan Kapolda Metro Jaya dituntut adaptif sekaligus memiliki kemampuan membaca tekanan publik,” kata Dinal Gusti dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Dinal menilai selama memimpin Polda Metro Jaya, Asep Edi Suheri cenderung mengedepankan konsolidasi internal serta penguatan komunikasi publik. Menurutnya, pendekatan tersebut penting di tengah meningkatnya sorotan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Ia memahami bahwa legitimasi kepolisian hari ini tidak cukup dibangun lewat operasi keamanan semata, tetapi juga melalui kepercayaan publik. Karena itu komunikasi yang terbuka dan responsif menjadi faktor penting,” ujarnya.
LSPI juga menilai posisi Kapolda Metro Jaya kini semakin strategis dalam arsitektur keamanan nasional. Jakarta, kata Dinal, membutuhkan figur yang memiliki pengalaman reserse, kemampuan manajerial, serta sensitivitas politik yang matang.
“Latar belakang beliau di lingkungan Bareskrim menjadi modal penting dalam membaca pola kejahatan modern yang semakin kompleks dan lintas sektor,” katanya.
Meski demikian, Dinal mengingatkan bahwa kenaikan pangkat tersebut harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme dan konsistensi penegakan hukum. Menurutnya, publik kini semakin kritis terhadap setiap tindakan aparat di era keterbukaan informasi.
“Jabatan tinggi menghadirkan ekspektasi yang lebih besar. Tantangan utama kepolisian tetap sama, yakni menghadirkan rasa keadilan, profesionalisme, dan penegakan hukum yang konsisten,” ucapnya.
Dinal menilai promosi terhadap Asep Edi Suheri dapat menjadi momentum positif bagi pembenahan institusi Polri. Ia mengatakan pengalaman lapangan dan stabilitas kepemimpinan masih menjadi faktor penting dalam regenerasi elite kepolisian.
“Di tengah tantangan keamanan perkotaan yang semakin cair dan sulit diprediksi, publik tentu berharap Komjen Asep Edi Suheri mampu menjaga Polda Metro Jaya tetap profesional, humanis, dan presisi,” pungkasnya.


