Korannusantara.id – Labusel, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak lagi sekadar menjadi kebijakan pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia. Di balik ribuan porsi makanan yang dibagikan setiap hari, program ini disebut mulai membentuk denyut ekonomi baru hingga ke desa-desa.
Hal itu disampaikan Korwil Labuhanbatu Selatan, Adilpan Harahap kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, MBG kini telah memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Program tersebut bukan hanya menghadirkan manfaat sosial, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi nyata di lapangan.
“MBG tidak bisa lagi dibaca semata-mata sebagai program sosial. Anggaran yang berputar berubah menjadi upah kerja, belanja bahan pangan, hingga transaksi ekonomi riil di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ikut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan harian juga menghidupkan pasar rakyat dan pelaku usaha kecil di sekitar rantai distribusi.
“Yang bergerak bukan hanya dapur SPPG, tetapi juga petani, nelayan, peternak, pedagang, pengangkut hingga UMKM lokal,” katanya.
Adilpan menilai, program MBG layak disebut sebagai salah satu instrumen ekonomi nasional karena anggaran negara yang dibelanjakan secara langsung untuk kebutuhan pangan mampu menciptakan efek berantai terhadap ekonomi daerah.
Ia menambahkan, ketika kebutuhan bahan baku pangan meningkat setiap hari dalam jumlah besar, maka sektor produksi lokal otomatis terdorong untuk berkembang. Begitu pula ketika jumlah SPPG bertambah, lapangan pekerjaan dan sektor logistik ikut tumbuh.
“Yang paling penting bukan hanya semakin banyak anak menerima makanan bergizi, tetapi ekonomi lokal di sekitar program juga ikut berkembang,” tegasnya.
Menurutnya, apabila dikelola dengan tata kelola yang baik, penyerapan bahan baku lokal yang kuat, serta pengawasan distribusi yang disiplin, maka MBG berpotensi menjadi salah satu model kebijakan publik paling berdampak dalam beberapa tahun terakhir.
“Anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, masyarakat memperoleh penghasilan, UMKM mendapat pasar, dan daerah menikmati perputaran ekonomi yang lebih hidup,” pungkasnya.
( Irfan )



