Korannusantara.id – Padangsidimpuan, Warga Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Padangsidimpuan mempertanyakan penanganan dua kasus penemuan ganja dalam jumlah besar yang disebut tanpa pemilik. Mereka juga menyoroti dugaan praktik “tangkap lepas” yang dinilai membuat peredaran narkoba di wilayah tersebut tak kunjung berhenti.
Keresahan itu disampaikan warga dalam pertemuan bersama jajaran Polres Padangsidimpuan, TNI, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan alim ulama di Masjid Nurul Iman, Rabu malam (6/5/2026).
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan sepanjang tahun ini sudah dua kali ditemukan ganja di Gang Dame II.
“Pertama 24 ball, kedua lebih dari 2 kilogram. Tapi sampai sekarang tidak ada yang ditetapkan sebagai pelaku. Kami curiga kampung kami dijadikan jalur aman,” ujarnya.
Warga menilai status “tanpa tuan” dalam dua kasus tersebut membuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum mulai menurun.
Mereka khawatir jika kasus tidak diusut hingga tuntas, para bandar narkoba akan semakin leluasa menjalankan aktivitasnya di lingkungan permukiman warga.
Tokoh masyarakat Kampung Darek, Akbar Daulay, menyebut dugaan adanya koneksi antara oknum pengedar dan aparat memunculkan kecurigaan praktik tangkap lepas.
“Yang ditangkap hanya kurir kecil, sedangkan bosnya tetap bebas. Kalau begini terus, kapan kampung kami bersih?” kata Akbar.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat masyarakat merasa dipermainkan dan mempertanyakan keseriusan aparat dalam memberantas jaringan narkoba.
Menanggapi hal itu, Kasat Resnarkoba Polres Padangsidimpuan, Juli Purworno, menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dua kasus temuan ganja tersebut.
“Untuk temuan ganja tanpa tuan, kami masih melakukan penyelidikan. Tidak ada kasus yang kami hentikan begitu saja,” ujarnya.
Ia juga membantah adanya praktik tangkap lepas di internal kepolisian.
“Soal isu tangkap lepas, saya tegaskan tidak ada. Kalau ada oknum saya yang bermain, tangkap dan serahkan ke Polres. Saya akan proses seberat-beratnya,” kata Juli.
Dalam pertemuan itu, polisi juga mengumumkan rencana penggerebekan sarang narkoba di Kampung Darek dalam waktu dekat.
“Semoga wilayah ini segera bersih dari narkoba,” ujarnya.
Pertemuan kemudian ditutup dengan kesepakatan warga untuk mendukung operasi kepolisian dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika di lingkungan mereka.
(Indra Saputra)



