Korannusantara.id – Labusel, Kehadiran pemimpin sejati sering kali terasa paling dekat saat masyarakat dilanda musibah. Hal itulah yang ditunjukkan Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, saat turun langsung menemui warga terdampak angin kencang di Lingkungan Labuhan Titi, Kelurahan Kotapinang, Jumat (1/5/2026).
Di tengah puing-puing rumah yang rusak dan wajah-wajah penuh harap, Bupati hadir bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai penguat semangat. Ia menyerahkan bantuan material untuk perbaikan rumah kepada warga terdampak, termasuk kepada Bapak Patek Muhammad Siregar sebagai salah satu penerima manfaat.
Tak berhenti di situ, bantuan beras juga disalurkan kepada masyarakat sekitar. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi pascabencana.
Dalam kunjungannya, Bupati Fery tidak sekadar menyerahkan bantuan. Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga, mendengarkan keluh kesah, serta menyerap kebutuhan yang dirasakan di lapangan. Suasana hangat dan penuh empati pun terasa, memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Kepala BPBD Ismail Sawito, Camat Kotapinang, serta Lurah Kotapinang. Kehadiran jajaran ini menjadi bukti kuatnya sinergi pemerintah dalam merespons cepat setiap kondisi darurat.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi sulit. Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Pemerintah harus hadir, cepat, dan tanggap. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi tentang memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah,” pesannya.
Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Lebih dari itu, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi penguat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada kepedulian dan kebersamaan yang menguatkan.
Di Kotapinang, hari itu, angin kencang mungkin telah merobohkan sebagian bangunan. Namun, kepedulian dan gotong royong justru semakin meneguhkan harapan.
( Irfan )



