Korannusantara.id – Labusel, Keresahan masyarakat Labuhanbatu Selatan akhirnya terjawab. Menjelang hari raya Idul Adha, aparat satreskrim polres labuhanbatu selatan bersama Polsek Kampung rakyat berhasil membongkar sindikat pencurian lembu yang selama ini meresahkan warga.
Sebanyak enam pelaku diamankan dari lokasi berbeda, yakni EM, AS alias Argo (33), AZS, MY alias Kepleh (56), DS (36), dan EA (29). Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan residivis dengan kasus serupa, menandakan bahwa kejahatan ini telah berlangsung berulang.
Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya Sembiring, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berangkat dari sejumlah laporan masyarakat, termasuk tujuh laporan polisi dan pengaduan yang masuk terkait hilangnya hewan ternak di wilayah tersebut.
Kasus ini mulai terkuak setelah laporan seorang warga, Elvi Riani (45), yang kehilangan enam ekor lembu dari kandangnya di Desa Pekantolan. Kerugian yang dialami mencapai Rp20 juta. Laporan itu menjadi pintu masuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan intensif.
Dalam waktu relatif singkat, aparat berhasil mengungkap jaringan yang ternyata terlibat dalam sejumlah kasus pencurian ternak lainnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh aksi kehilangan ternak yang dilaporkan berkaitan dengan keenam pelaku yang kini telah diamankan.
Namun, di balik keberhasilan pengungkapan ini, tersimpan kisah pilu dari para korban. Salah satunya dialami Rosmini Ritonga (48), warga Kampung Jawa, yang kehilangan lembu kurban hasil patungan tujuh orang warga. Lembu senilai Rp14 juta itu raib dicuri, memaksanya mengganti kerugian secara pribadi demi menjaga amanah.
“Tidak mungkin dibatalkan, jadi saya yang mengganti,” ujarnya dengan penuh tanggung jawab.
Para pelaku kini dijerat Pasal 477 UU No. 1 Tahun 2023 KUHP dengan ancaman hukuman hingga enam tahun penjara. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan ternak namun belum melapor, agar segera membuat laporan resmi.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban, kewaspadaan bersama menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.
( Irfan )


