• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Analis Nilai Sinergi Presiden-Kapolri Strategis: Perkuat Stabilitas Keamanan NKRI Hadapi Dinamika Global

Putra by Putra
26 April 2026
in Nasional
0
Analis Nilai Sinergi Presiden-Kapolri Strategis: Perkuat Stabilitas Keamanan NKRI Hadapi Dinamika Global

Ket. Presiden RI, Prabowo Subianto menerima Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Hambalang, Bogor, Jumat (24/4/2026). (Foto: Dok. Setpres)

0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung menilai, pertemuan empat mata selama satu jam antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (24/4/2026) disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kohesi nasional di tengah dinamika geopolitik global, termasuk tantangan domestik yang dihadapi Indonesia.

Menurut Nasky, Pertemuan yang berlangsung selama satu jam tidak hanya sekadar menjadi ajang pertemuan antara kepala pemerintahan dan pimpinan institusi kemananan, tetapi juga mengandung makna kebangsaan yang mendalam, yakni komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, dan komitmen institusi kepolisian negara republik Indonesia dalam menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa sesuai visi arah kebijakan Presiden Prabowo.

“Di dalam pertemuan antara kepala pemerintahan yakni Presiden RI, Prabowo dan pimpinan institusi kepolisian negara republik indonesia yaitu Kapolri, Listyo Sigit Prabowo mencerminkan semakin solidnya konsolidasi pemerintahan saat ini dalam menghadapi situasi dinamika geopolitik global, termasuk tantangan domestik yang dihadapi Indonesia demi menjaga kondisi stabilitas keamanan nasional tetap kondusif agar berbagai program asta cita dapat berjalan secara berkelanjutan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, pada Minggu (26/4/2026).

Diketahui sebelumnya, Dalam pertemuan Kepala Negara dan Kapolri salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah komitmen Polri dalam meningkatkan profesionalisme personel. Transformasi ini ditekankan mulai dari hulu, yakni proses rekrutmen yang transparan dan akuntabel, hingga masa kedinasan anggota di lapangan.

Kapolri juga melaporkan perkembangan sejumlah program strategis Kepolisian, mulai dari penguatan transformasi digital layanan publik, peningkatan profesionalisme anggota sejak proses rekruitmen hingga kedinasan, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kapolri juga melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait dukungan Kepolisian dalam rangka penguatan program pemerintah khususnya pertanian, pangan, makan bergizi gratis (MBG), hingga penanganan bencana.

Menjaga Soliditas Keamanan Nasional sebagai Tanggung Jawab Bersama

Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menilai, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami memandang pertemuan antar pemimpin bangsa sebagai bagian dari tradisi dialog dan musyawarah yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan yang termaktub didalam Pancasila.

“Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar komitmen dan semangat dalam menjaga keutuhan NKRI. Sehingga, lanjut Nasky, pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo selain sesuai dengan kultur bangsa, untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” tegas Nasky.

Ia menambahkan, Ketika elite bangsa menunjukkan kebersamaan, itu memberi pesan positif bagi masyarakat dan dunia bahwa Indonesia berada dalam kondisi yang stabil,” tambahnya.

Persatuan Nasional adalah Kunci Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Lebih lanjut, Penulis buku Polri Presisi ini menekankan, kondisi global yang tengah diwarnai ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah, serta tekanan ekonomi dunia, menuntut Indonesia memiliki fondasi stabilitas keamanan nasional yang kuat. Dalam konteks ini, komunikasi dan kebersamaan antar pemimpin nasional menjadi kunci menjaga kepercayaan publik sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan.

“Dari perspektif itulah, hubungan Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo harus dipahami sebagai kekuatan strategis negara, yakni sinergi kepemimpinan yang menjaga fondasi stabilitas keamanan agar pembangunan nasional berjalan kokoh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Nasky menjelaskan, Tidak ada pembangunan tanpa stabilitas keamanan. Tidak ada investasi tanpa kepastian penegakan hukum. Tidak ada distribusi pangan yang lancar tanpa ketertiban. Tidak ada rasa percaya masyarakat tanpa hadirnya negara. Karena itu, hubungan Presiden dan Kapolri bukan unsur pelengkap pemerintahan, melainkan salah satu epicnetrum yang menentukan apakah Indonesia bergerak maju dengan tertib atau tertahan oleh kekacauan.

Sinergi Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Prabow menjadi penting, karena tantangan Indonesia semakin kompleks. Ancaman dapat datang dari gejolak ekonomi global, kejahatan digital, penyelundupan, narkotika, konflik sosial, hingga krisis kemanusiaan akibat bencana. Negara membutuhkan kepemimpinan yang tenang, institusi yang siap, dan koordinasi yang tidak lamban. Keterlambatan negara sering dibayar mahal oleh rakyat kecil.

“Karena itu, dukungan terhadap kinerja dan dedikasi institusi Polri dan pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Dukungan terbaik justru mendorong transformasi berlanjut. Polri harus semakin PRESISI. Penegakan hukum harus semakin adil. Transparansi harus semakin nyata. Pemerintah harus memastikan seluruh institusi bergerak dalam satu arah: keamanan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Diakhir keterangannya, Nasky mengajak semua elemen bangsa medukung penuh terhadap langkah strategis Presiden dan Kapolri yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional. Seruan ini dinilai krusial untuk mendukung upaya Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus memitigasi dampak konflik global terhadap stabilitas dalam negeri.

Nasky menilai, pesan Presiden dan Kapolri agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang memecah belah adalah strategi paling objektif di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini. Menurutnya, stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi prasyarat mutlak bagi Indonesia untuk bertahan dari efek domino konflik internasional.

Dengan semangat persatuan yang digelorakan Korps Bhayangkara bukan sekadar gimik, melainkan kekuatan fundamental. Menurutnya, solidaritas kebangsaan adalah kunci untuk menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang kian kompleks.

“Meskipun Indonesia memiliki keragaman suku, agama, dan budaya, tekad untuk menjaga keutuhan NKRI harus tetap satu barisan. Pesan persatuan ini selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal jika seluruh elemen bangsa mampu menghindari polarisasi yang berlebihan dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” tutupnya.

 

24
Tags: Asta Cita Presiden PrabowoDinamika Geopolitik GlobalKapolriListyo Sigit PrabowoNasky Putra TandjungNKRIPemerintahPersatuan NasionalPolriPrabowo SubiantoPresidenStabilitas Keamanan Nasional
Previous Post

Klarifikasi Video Viral Brimob Tangkap Tangan Dugaan Oknum TNI di Aksi Demonstrasi UMI, Pemuda dalam Video Akui Warga Sipil

Next Post

Ketum PGI Tegaskan Video Ceramah JK Dipelintir, Minta Masyarakat Tak Terhasut

Putra

Putra

Next Post
Ketum PGI Tegaskan Video Ceramah JK Dipelintir, Minta Masyarakat Tak Terhasut

Ketum PGI Tegaskan Video Ceramah JK Dipelintir, Minta Masyarakat Tak Terhasut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.