Korannusantara.id – Labusel, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labuhanbatu Selatan memberikan apresiasi atas kinerja tegas dan responsif Polres Labuhanbatu Selatan dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru ASN di salah satu SD Negeri di wilayah Sisumut. Pada Selasa 21 April 2026
Tersangka berinisial AS, yang sebelumnya sempat melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya berhasil diamankan setelah dilakukan koordinasi lintas wilayah.
Penangkapan dilakukan oleh personel kepolisian di wilayah hukum Polres Batubara yang berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku.
Usai diamankan, tersangka langsung dijemput oleh pihak Polres Labuhanbatu Selatan dan kini telah resmi ditahan di Mapolres Labuhanbatu Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini sendiri mencuat sejak tahun lalu, ketika sejumlah siswi mulai berani mengungkapkan dugaan tindakan asusila yang mereka alami di lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, jumlah korban mencapai puluhan siswi dengan rentang waktu kejadian yang cukup lama.
KPAD Labuhanbatu Selatan menilai langkah cepat dan tegas aparat kepolisian merupakan bentuk nyata komitmen dalam memberikan perlindungan terhadap anak, khususnya di lingkungan pendidikan.
Penangkapan ini diharapkan menjadi titik terang bagi para korban untuk mendapatkan keadilan, sekaligus menjadi peringatan keras agar kasus serupa tidak terulang.
“Kami mengapresiasi kerja keras dan keseriusan Polres Labuhanbatu Selatan dalam mengungkap dan menangani kasus ini. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan,” ujar perwakilan KPAD.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan, serta mengedepankan perlindungan terhadap korban, baik dari sisi hukum maupun pemulihan psikologis.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama di lingkungan pendidikan serta keberanian untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap anak demi menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman.
( Irfan )



