• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

LPA Labura : Tidak Ada Coret-Menyoret di Sekolah, Masyarakat Diminta Tidak Menyudutkan SMAN 1 Kualuh Selatan

Redaksi by Redaksi
20 April 2026
in Daerah
0
LPA Labura : Tidak Ada Coret-Menyoret di Sekolah, Masyarakat Diminta Tidak Menyudutkan SMAN 1 Kualuh Selatan

Ket : Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Labuhanbatu Utara, A. Ardiansyah Harahap

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Aek Kanopan, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Labuhanbatu Utara, A. Ardiansyah Harahap, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan objektif dalam menyikapi video viral yang melibatkan sejumlah pelajar di labuhanbatu utara . Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap pihak sekolah, khususnya SMAN 1 Kualuh Selatan, harus dilakukan secara adil dan berdasarkan fakta, bukan asumsi yang berkembang di media sosial.

A. Ardiansyah Harahap menegaskan bahwa berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh LPA Labura, tidak ditemukan adanya aktivitas siswa di lingkungan sekolah yang melakukan coret-menyoret seragam, baik sebelum maupun setelah kegiatan perpisahan. Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah telah menjalankan pengawasan internal dengan baik.

Ia juga kembali menekankan bahwa di dalam lingkungan sekolah tidak ada proses ataupun kegiatan yang membenarkan tindakan coret-mencoret. Sekolah justru menjadi tempat pembinaan karakter dan kedisiplinan, sehingga sangat tidak tepat jika tindakan di luar lingkungan sekolah langsung dikaitkan dengan institusi pendidikan tersebut.

Lebih lanjut, Ketua LPA Labura menegaskan secara jelas bahwa tidak ada aktivitas coret-menyoret yang terjadi di sekolah sebagaimana yang berkembang dalam persepsi publik. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan hasil pemantauan langsung serta komunikasi dengan berbagai pihak terkait.

Selain itu, perlu dipahami bahwa kejadian dalam video tersebut berlangsung di wilayah Kabupaten Asahan, bukan di Labuhanbatu Utara. Dengan demikian, secara geografis dan kewenangan, peristiwa tersebut berada di luar jangkauan pengawasan langsung pihak sekolah.

Menurutnya, sangat tidak logis apabila pihak sekolah harus bertanggung jawab penuh atas tindakan siswa yang dilakukan di luar jam sekolah, terlebih lagi di luar daerah yang cukup jauh. Dalam hal ini, peran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam pengawasan anak.

Ketua LPA Labura juga mengingatkan bahwa momentum kelulusan seringkali menimbulkan euforia di kalangan pelajar. Namun demikian, euforia tersebut bukanlah cerminan dari kebijakan sekolah, melainkan lebih kepada tindakan individu yang terjadi di luar kontrol institusi.

Ia menilai bahwa SMAN 1 Kualuh Selatan telah menjalankan tugasnya sesuai aturan, termasuk memberikan imbauan kepada siswa agar tidak melakukan konvoi maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, tidak tepat jika sekolah dijadikan pihak yang disalahkan.

A. Ardiansyah Harahap juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu utuh kebenarannya. Klarifikasi resmi dan fakta di lapangan harus menjadi dasar dalam membangun opini publik yang sehat.

Sebagai penutup, Ketua LPA Labuhanbatu Utara menegaskan komitmennya untuk terus melindungi anak dan mendukung dunia pendidikan.

Ia berharap semua pihak dapat bersinergi, menjaga suasana tetap kondusif, serta menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama tanpa menyudutkan sekolah yang pada faktanya tidak melakukan dan tidak membiarkan adanya aktivitas coret-menyoret di lingkungan sekolah.

41
Tags: Coret-Menyoret SekolahLembaga Perlindungan AnakLPA LaburaMasyarakat Menyudutkan SekolahSMAN 1 Kualuh SelatanVidio Viral
Previous Post

Membangun Kedaulatan dari Piring Sekolah: Swasembada Beras dan Geliat Ekonomi MBG 2026

Next Post

Memanas! Jusuf Kalla Sentil Semua Termul-termul, Jokowi Jadi Presiden karena Saya

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Memanas! Jusuf Kalla Sentil Semua Termul-termul, Jokowi Jadi Presiden karena Saya

Memanas! Jusuf Kalla Sentil Semua Termul-termul, Jokowi Jadi Presiden karena Saya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.