Kabupaten Bekasi| Korannusantara.id– RS DKH Sukatani menyampaikan klarifikasi terkait sorotan dan kritik publik atas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Kamis (16/4/2026). Pihak rumah sakit menegaskan bahwa penanganan pasien telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Humas RS DKH Sukatani, Lia Susanti, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasien dan keluarga. Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan audit internal guna menindaklanjuti keluhan tersebut.
“Atas nama rumah sakit, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasien dan keluarga. Terkait keluhan tersebut, kami telah melakukan audit internal. Kami memastikan bahwa petugas tidak melakukan kelalaian, melainkan sedang menjalankan prosedur triage. Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan sesuai skala prioritas demi keselamatan seluruh pasien,” ungkapnya kepada Korannusantara.id.
Sebelumnya, kritik terhadap pelayanan IGD RS DKH Sukatani disampaikan oleh salah satu anggota keluarga pasien, Lutpi. Ia mengaku kecewa terhadap penanganan awal yang dinilai tidak sesuai harapan.
“Seharusnya IGD mengutamakan keselamatan pasien sesuai standar operasional prosedur. Namun, keluarga saya tidak langsung ditangani tanpa kejelasan alasan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (10/4/2026).
Meski demikian, Lutpi mengapresiasi klarifikasi yang telah diberikan pihak rumah sakit. Ia berharap peristiwa ini menjadi perhatian khusus dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ke depan.
“Dengan adanya klarifikasi dari rumah sakit DKH Sukatani, saya berharap dapat menjadi perhatian khusus dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ke depannya,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi atas respons terhadap keluhan yang disampaikannya.
“Saya juga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang sudah merespons keluhan saya sebagai warga Kabupaten Bekasi. Semoga ini menjadi perhatian khusus untuk ke depannya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. ( Red)



