Korannusantara.id – Padangsidimpuan, Mahasiswa Universitas Aufa Royhan menggelar pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) gelombang I sebagai upaya meningkatkan kompetensi di bidang kegawatdaruratan medis.
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi dengan antusias tinggi.
Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan penanganan kasus trauma dan henti jantung, termasuk keterampilan resusitasi jantung paru (RJP) serta penggunaan Automated External Defibrillator (AED).
Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti rangkaian materi teori hingga praktik langsung yang dipandu oleh instruktur berpengalaman di bidang kegawatdaruratan.
Dalam sesi praktik, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan teknik penanganan pasien kritis menggunakan alat peraga medis.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan BTCLS ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam memperkuat kesiapsiagaan dan keterampilan klinis dasar yang dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga masyarakat luas.
Para peserta mengaku memperoleh pengalaman berharga selama kegiatan berlangsung.
Selain menambah wawasan, pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.
Dengan terselenggaranya gelombang pertama ini, kegiatan BTCLS diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan.
Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan profesional di lingkungan masyarakat.
(Ronald Harahap)




