JAKARTA – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Banjarmasin mulai menerapkan transformasi pelayanan dengan mengedepankan pendekatan restoratif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengamanan di pintu masuk negara.
Pendekatan ini dinilai menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor karantina kesehatan. Tidak hanya berfokus pada penegakan regulasi secara kaku, BKK kini lebih mengedepankan solusi yang adil, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan kesehatan masyarakat.
Ketua Lembaga Bantuan Hukum Forum Peduli Keadilan Bangsa (LBH FPKB) Jakarta, Dr. Petrus, SH., MH., CTA., C.Med., menyebut langkah transformasi pelayanan yang dilakukan BKK Kelas I Banjarmasin menjadi contoh positif dalam upaya memperbaiki sistem pelayanan publik.
Menurutnya, pendekatan restoratif mampu menciptakan keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi, pelayanan kepada masyarakat, serta perlindungan terhadap kepentingan kesehatan publik.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banjarmasin, Mohammad Rasyid Ridha, SKM., MKL., mengatakan pendekatan restoratif diterapkan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme pelayanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi karantina kesehatan.
“Tujuan utama kami adalah menjaga kedaulatan kesehatan negara. Namun profesionalisme juga ditunjukkan melalui kemampuan menyelesaikan masalah tanpa menciptakan hambatan baru. Pendekatan restoratif memungkinkan kami membangun kepercayaan publik,” ujar Mohammad Rasyid Ridha.
Dalam praktiknya, pendekatan tersebut diterapkan melalui edukasi kepada pelanggar, dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan, serta perbaikan sistem agar standar kesehatan dapat segera dipenuhi tanpa menghambat aktivitas transportasi maupun logistik.
Di lapangan, petugas BKK juga berperan sebagai fasilitator dalam membantu pihak terkait melengkapi dokumen kesehatan atau memperbaiki standar sanitasi alat angkut yang belum sesuai ketentuan.
Selain itu, BKK juga telah mengembangkan sistem digitalisasi pelayanan yang terintegrasi guna meningkatkan transparansi serta meminimalisir potensi maladministrasi dalam proses pengawasan kesehatan di pintu masuk negara.
Dengan transformasi pelayanan tersebut, Balai Karantina Kesehatan optimistis dapat menciptakan sistem pengawasan kesehatan yang lebih profesional, transparan, dan humanis sekaligus mendukung kelancaran transportasi serta perdagangan internasional.




Semoga semua usaha dan perbaikan pelayanan dan pencegahan penyakit yg m3njadi tugas BKK Banjarmasin besrta jajarandengan kepala BKK bapak Rasyid dapat menjadi semangat bersama yg mengutamakan kepentingan masyarakat dan pemecahan masalah mayarakat Banjarmasin dapat sinergi dalam usaha usaha yg dilakukan BKK dan klinik klinik