Korannusantara.id, CIKARANG PUSAT – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Semeru, S.H.,M.Hum., menyampaikan pesan penuh makna dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum meningkatkan iman dan takwa, sekaligus memperkuat integritas serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar menjalankan kewajiban puasa, tetapi juga kesempatan berharga untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. “Ramadan ini kan ada perintah melaksanakan puasa wajib. Itu kesempatan kita untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Semeru menegaskan, pelaksanaan puasa tidak boleh mengurangi tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara. Meski pemerintah memberikan penyesuaian jam kerja agar pegawai bisa pulang lebih awal dan berbuka puasa bersama keluarga, tugas dan kewajiban tetap harus dijalankan secara profesional.
“Puasa Ramadan tidak mengurangi kegiatan yang menjadi kewajiban kita selaku PNS. Walaupun ada toleransi penyesuaian jam kerja agar lebih cepat pulang, tanggung jawab tetap harus ditunaikan dengan baik,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa bekerja juga merupakan bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Tugas-tugas lapangan yang bersifat tentatif tetap disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Semeru mengingatkan pentingnya memaksimalkan amalan di bulan suci, seperti salat tarawih dan sedekah. Baginya, Ramadan adalah bulan yang dimuliakan, sehingga setiap insan berlomba-lomba dalam kebaikan tanpa mengabaikan kewajiban pekerjaan.
“Ibadah selama bulan Ramadan seperti sedekah dan tarawih harus menjadi keutamaan, tentu tanpa mengurangi kegiatan jam kerja,” tambahnya.
Terkait agenda internal Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, seperti tarawih bersama atau buka puasa bersama, Semeru mengaku masih menunggu masukan dari seluruh jajaran. Sebagai pimpinan yang baru menjabat beberapa hari, ia ingin mendengar saran terbaik demi kebersamaan dan kekompakan institusi.
Lebih jauh, ia memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas diri dan menanamkan sikap jujur, terutama dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Keadilan, menurutnya, bukan hanya kewajiban formal, tetapi amanah yang harus dijaga dengan hati nurani dan empati sosial.
Semeru pun mengajak seluruh pihak menjadikan Ramadan sebagai ajang berlomba dalam kebaikan, menebar keberkahan, kebahagiaan, dan kedamaian. Ia optimistis, puasa tidak akan menurunkan kinerja, justru mampu meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Puasa adalah sarana penyucian hati dan peningkatan ketakwaan. Dari situlah lahir pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan berintegritas dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.



