Korannusantara.id, Tambun Selatan – Kabupaten Bekasi kembali menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat. Di tengah berbagai persoalan pascabanjir yang masih dirasakan warga, aspirasi terkait perbaikan infrastruktur hingga perlindungan lahan pertanian mengemuka dalam pertemuan bersama anggota DPRD Jawa Barat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, H. Syahrir, S.E., M.I.Pol., menggelar kegiatan Dialog Wakil Rakyat di Aula Desa Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (1/3/2026).
Dialog berlangsung interaktif dan penuh keterbukaan. Warga Desa Tambun menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan pascabanjir, perbaikan musala dan rumah ibadah, hingga pembenahan fasilitas posyandu.
Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata, mengapresiasi kehadiran anggota DPRD Provinsi tersebut. Ia menilai forum dialog ini menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan harapan mereka kepada pemerintah.
Selain persoalan banjir dan infrastruktur, warga juga menyuarakan penolakan terhadap rencana pengurugan lahan pertanian di Kampung Bulakan yang disebut akan dialihfungsikan menjadi perumahan.
Menanggapi hal itu, Syahrir menegaskan komitmennya untuk mencatat dan mengawal seluruh aspirasi masyarakat. Ia memastikan akan menyampaikan hasil dialog tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi sesuai kewenangannya.
Warga pun berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dialog semata, melainkan dapat segera direalisasikan melalui langkah konkret dari pemerintah dan wakil rakyat.



