Korannusantara.id – London, Pengamat hubungan internasional Dino Patti Djalal menyampaikan pandangannya terkait potensi eskalasi konflik di Timur Tengah perang israel-As Iran melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Minggu ( 1/03/2026 )
Dalam pernyataannya, Dino menilai wacana pelibatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai mediator konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebagai langkah yang tidak realistis.
Menurut Dino, dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah sangat kompleks dan sarat dengan kepentingan strategis negara-negara besar. Oleh karena itu, peluang Indonesia untuk berperan sebagai mediator utama dalam konflik Israel–AS Iran dinilai sangat kecil.
Ia menjelaskan bahwa proses mediasi konflik berskala internasional mensyaratkan posisi geopolitik yang kuat, hubungan diplomatik yang seimbang dengan seluruh pihak yang bertikai, serta penerimaan penuh dari negara-negara yang terlibat. Dalam konteks konflik Israel As Iran, Dino menilai Indonesia belum sepenuhnya memenuhi prasyarat tersebut.
Selain menyoroti wacana mediasi, Dino juga mengimbau pemerintah Indonesia agar menangguhkan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek keamanan, kejelasan mandat internasional, serta risiko geopolitik yang mungkin timbul sebelum kebijakan tersebut dijalankan.
Dino turut menyoroti peran dan kapasitas Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, Iran memiliki jaringan pengaruh politik dan militer yang signifikan, baik di dalam maupun di luar wilayahnya. Kondisi ini, kata dia, berpotensi memperluas dampak konflik apabila eskalasi terus berlanjut.
“Dan mengingat Iran juga memiliki jaringan politik dan militer yang cukup signifikan di luar Iran, di Timur Tengah, dipastikan pengaruh ini akan menyeret pihak-pihak lain dan menyebarkan guncangan ke luar wilayah Iran,” ujar Dino.
Ia menilai keberadaan jaringan tersebut membuat konflik berisiko berkembang menjadi konflik regional yang melibatkan lebih banyak aktor internasional. Dalam analisisnya, Dino juga menegaskan bahwa dalam konteks eskalasi terbaru, posisi Iran lebih dipandang sebagai pihak yang diserang, bukan sebagai pihak yang memulai serangan.
Dino mengingatkan bahwa eskalasi militer yang tidak terkendali berpotensi menciptakan ketidakstabilan global serta meningkatkan kemungkinan keterlibatan negara-negara lain dalam konflik terbuka di Timur Tengah.
Menutup pernyataannya, Dino menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penyampaian sikap politik luar negeri Indonesia. Ia menilai Menteri Luar Negeri Sugiono perlu melakukan penyaringan yang lebih cermat terhadap pernyataan Presiden Prabowo, dengan mempertimbangkan perspektif intelijen dan kalkulasi politik luar negeri secara matang.



