• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Indonesia Berduka, Meriyati Hoegeng Meninggal di Usia Seabad

Adis by Adis
3 Februari 2026
in Nasional
0
Indonesia Berduka, Meriyati Hoegeng Meninggal di Usia Seabad

Ket. Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-100 istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani. (Dok. Istimewa)

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Kabar duka datang dari Meriyati Hoegeng Roeslani yang merupakan istri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Almarhumah meninggal dunia, Selasa (3/2/26) pukul 13.24 WIB.

Karumkit RS Bhayangkara Polri Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono menyatakan, Eyang Meri tutup usia 100 tahun. Ia mengatakan, Eyang Meri mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan karena sakit.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un telah meninggal dunia Ibu Meryati Hoegeng (100 tahun). Pada hari Selasa, 3 februari 2026.

Pukul 13.24 WIB dikarenakan sakit,” jelasnya, Selasa (3/2/26).

Menurutnya, jenazah disemayamkan di rumah duka Pesona Khayangan Estate, Mekarjaya, Depok. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor, pada Rabu (4/2/26).

“Besok hari Rabu setelah dzuhur,” ungkapnya.

Merry Hoegeng dikenal sebagai salah satu teladan bangsa. Sosoknya penuh inspiratif dan perlu diteladani

Merry Hoegeng dikenang sebagai figur perempuan tangguh yang mencerminkan nilai kesederhanaan dan integritas dalam kehidupan berbangsa. Keteladanan yang ia tunjukkan tak lepas dari pengaruh sang suami, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang selama hidupnya dikenal sebagai Kapolri dengan reputasi kejujuran tinggi.

Berbagai kisah menggambarkan bagaimana Merry menempatkan prinsip hidup sederhana di atas segalanya. Kekagumannya terhadap karakter Hoegeng membuatnya ikut menjaga nilai-nilai tersebut dalam kehidupan keluarga, meski harus menjalani hari-hari tanpa kemewahan.

Untuk membantu perekonomian rumah tangga, Merry sempat membuka toko bunga kecil di garasi rumah. Usaha itu berkembang dan memiliki banyak pelanggan. Namun, ketika Hoegeng dipercaya menduduki jabatan penting di bidang imigrasi oleh Presiden Soekarno, ia justru meminta sang istri menghentikan usaha tersebut.

Hoegeng khawatir toko bunga itu akan menimbulkan konflik kepentingan. Ia tidak ingin masyarakat membeli bunga karena merasa memiliki urusan dengan jabatannya, sekaligus tak ingin merugikan pelaku usaha lain. Baginya, jabatan adalah amanah yang tidak boleh dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi maupun keluarga.

Prinsip antigratifikasi juga terlihat saat Hoegeng menangani kasus penyelundupan yang melibatkan seorang perempuan. Sejumlah barang bernilai tinggi sempat dikirim ke kediamannya sebagai upaya memengaruhi proses hukum. Tanpa ragu, Hoegeng bersama Merry memilih mengembalikan seluruh hadiah tersebut.

Kehidupan keluarga Hoegeng pun jauh dari kesan mewah. Mereka hidup secukupnya, mengandalkan gaji sebagai perwira polisi tanpa tuntutan gaya hidup berlebihan. Merry bahkan dikenal tak pernah menuntut lebih, justru terus memberi dukungan agar sang suami tetap teguh pada kejujuran.

Warisan nilai yang ditinggalkan pasangan ini menjadi pengingat bahwa integritas sering kali lahir dari pilihan-pilihan sederhana namun konsisten. Hingga kini, kisah Hoegeng dan Merry masih dikenang sebagai contoh nyata tentang arti kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan pada prinsip.

179
Tags: Berita Dukaistri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman SantosoMerry Hoegeng
Previous Post

Hadapi Dinamika Hukum, PDIP Kabupaten Bekasi Perkuat Internal dan Bidik Pemulihan Kepercayaan Publik Jelang 2029

Next Post

Audit HGU Socfin Indonesia: Warisan Konsesi Kolonial yang Wajib Diperiksa Menyeluruh

Adis

Adis

Next Post
PLN Dinilai Berperan Strategis Dukung Program Makan Bergizi Gratis, PB HMI: Ini Bentuk Konkret Sinergi Energi dan Pangan Nasional

Audit HGU Socfin Indonesia: Warisan Konsesi Kolonial yang Wajib Diperiksa Menyeluruh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.